KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID- Dari 500.000 warga Tangsel yang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekitar 50 persennya mengalami hipertensi yang meningkatkan risiko stroke.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyampaikan temuan paling dominan dari program ini adalah kasus hipertensi, yang mencapai lebih dari 50 persen peserta. Kondisi ini berkorelasi dengan meningkatnya risiko stroke di kalangan warga.
“Kalau ada tanda-tanda tekanan darah tinggi atau gejala stroke, segera berobat. Fasilitasnya sudah tersedia,” tegas Ben, Jumat 13 Februari 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menambahkan, 56 persen dari 1,4 juta warga Tangsel sudah mengikuti program CKG, sekitar 500.000 orang, meliputi anak sekolah hingga lansia.
Selain hipertensi, ditemukan pula kasus diabetes pada lansia dan pre-hipertensi pada anak sekolah, yang menurut Allin berkaitan dengan pola hidup dan faktor genetik.
“Tahun ini kami akan melakukan intervensi kesehatan berdasarkan hasil CKG untuk menekan risiko penyakit kronis di masyarakat,” jelas Allin.
“Intervensi kesehatan akan terus dilakukan untuk menekan risiko penyakit kronis di masyarakat,” tambahnya
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











