PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah di Kabupaten Pandeglang mencatat capaian tinggi sepanjang 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang menyebut skrining kesehatan siswa SD hingga SMA sederajat telah menjangkau 99,2 persen dari total sasaran.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pandeglang, Encep Hermawan, menjelaskan CKG di sekolah merupakan kegiatan rutin tahunan yang termasuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Program ini wajib diterima seluruh siswa untuk memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh.
“CKG anak sekolah itu skrining kesehatan yang sudah rutin. Sasarannya jelas karena ada di sekolah,” kata Encep, Senin 29 Desember 2025.
Encep menambahkan, petugas puskesmas menerapkan metode jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah agar tidak ada siswa yang terlewat pemeriksaan. Pemeriksaan meliputi status gizi, kesehatan indra, hingga kesehatan jiwa.
Pelaksanaan CKG tahun ini juga diperkuat koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pendidikan. Sekolah diposisikan sebagai sasaran posyandu untuk mendukung deteksi dini gangguan kesehatan pada anak usia sekolah.
Dari hasil skrining, gangguan indra menjadi temuan terbanyak, khususnya gangguan penglihatan dan pendengaran. Selain itu, ditemukan gangguan kulit serta sejumlah kasus penyakit menular seperti tuberkulosis paru dan kusta, meski jumlahnya relatif kecil.
“Gangguan telinga dan penglihatan paling banyak. Untuk penyakit menular jumlahnya di bawah lima persen,” ujarnya.
Siswa yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan akan mendapatkan rekomendasi tindak lanjut. Kasus ringan ditangani di puskesmas, sementara kasus tertentu dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan agar tidak berkembang menjadi gangguan permanen.
Meski capaian mendekati 100 persen, Dinkes mengakui masih ada kendala berupa ketidakhadiran siswa saat jadwal pemeriksaan. Siswa yang belum terlayani diarahkan memeriksakan diri ke puskesmas atau posyandu terdekat.
Untuk 2026, Dinkes Pandeglang menargetkan capaian 100 persen tanpa sisa sasaran. Skrining kesehatan anak sekolah akan terus dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai langkah pencegahan dini terhadap risiko penyakit.
Editor: Mastur Huda











