CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cilegon menilai satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo, membawa berbagai perubahan positif bagi Kota Baja.
Ketua DPD KNPI Kota Cilegon, Ari Irmawan, menyampaikan apresiasi atas sejumlah langkah strategis yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
Menurut Ari, salah satu capaian penting adalah kemampuan pemerintah daerah mengatasi defisit anggaran melalui rasionalisasi belanja. Sejumlah pos yang dinilai tidak berdampak langsung bagi masyarakat, seperti belanja makan-minum dan kegiatan seremonial, dipangkas dan dialihkan ke program prioritas.
Langkah tersebut berdampak pada terealisasinya pembayaran hak-hak honor guru serta kewajiban lain yang sebelumnya sempat tertunda.
“Yang terpenting bukan seberapa besar anggaran yang dimiliki, tetapi seberapa efektif penggunaannya. Setiap rupiah APBD harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Di sektor pembangunan fisik, KNPI menilai pemerintah mulai melakukan penataan wajah kota melalui kolaborasi dengan industri dan pihak swasta. Dengan anggaran yang relatif efisien, sekitar 1–2 persen dari APBD, sejumlah titik strategis mulai ditata tanpa mengesampingkan kebutuhan mendesak seperti perbaikan infrastruktur jalan.
Beberapa ruas jalan rusak yang mulai diperbaiki antara lain akses Jalan Lingkar Selatan, Jalan Imam Bonjol depan SMPN 5 Cilegon, serta sejumlah ruas di Kelurahan Purwakarta. Optimalisasi lampu penerangan jalan juga terus dilakukan.
Dalam bidang pendidikan, Robinsar–Fajar dinilai memprioritaskan rehabilitasi sekolah rusak serta pengadaan mebelair yang tidak layak. Selain itu, program Beasiswa Cilegon Juare diluncurkan dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia maupun kampus swasta di Kota Cilegon.
Program tersebut dirancang untuk menyelaraskan kebutuhan dunia industri dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Ini bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri agar generasi muda Cilegon terserap sesuai kebutuhan pasar kerja,” jelas Ari.
Di sektor kesehatan, pemerintah dinilai menunjukkan komitmen melalui program cek kesehatan gratis serta peningkatan layanan puskesmas menjadi 24 jam yang dilengkapi fasilitas rawat inap untuk penanganan awal.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan dasar di tingkat kecamatan serta memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat dan terjangkau.
Terkait penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), sekitar 2.100 unit rumah menjadi perhatian pemerintah dan ditangani secara bertahap dengan melibatkan sektor industri.
Dalam penanganan banjir, KNPI juga mengapresiasi respons cepat pemerintah yang turun langsung ke lapangan, melakukan pendataan, serta mengevaluasi sistem drainase. Penertiban bangunan liar di bantaran sungai, normalisasi tandon, hingga perbaikan drainase menjadi langkah konkret yang dilakukan bersama pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan terkait.
Reporter: Adam Fadillah Editor: Aas Arbi











