RADARBANTEN.CO.ID – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan militer Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi (28/2/2026).
Khamenei disebut meninggal setelah ledakan bom menghantam kompleks kediamannya. Kabar tersebut memunculkan pertanyaan terkait sosok yang akan menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.
Sebelum wafat, Khamenei dikabarkan telah menyiapkan tiga nama ulama senior sebagai calon penerus apabila dirinya meninggal dalam situasi konflik. Langkah itu disebut sebagai upaya menjaga kesinambungan pemerintahan di tengah krisis perang.
Ia juga disebut telah menginstruksikan Assembly of Experts atau Majelis Ahli untuk segera mengukuhkan salah satu dari tiga kandidat tersebut jika kondisi darurat terjadi.
Secara konstitusional, penunjukan pemimpin tertinggi Iran melalui proses panjang dan melibatkan Majelis Ahli. Namun, dalam kondisi perang, mekanisme tersebut dapat dipercepat guna memastikan stabilitas pemerintahan tetap terjaga.
Di sisi lain, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas wafatnya Khamenei.
Pernyataan keras juga disampaikan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) terkait respons terhadap serangan tersebut.
“Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki,” demikian pernyataan IRGC.
Situasi ini diperkirakan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas.
Reporter: Fahmi Editor: Aas Arbi











