LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lebak di Timur Tengah, menyusul memanasnya konflik di kawasan tersebut antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.
Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak tahun 2025, terdapat 216 PMI yang bekerja di Timur Tengah. Rinciannya, Arab Saudi 199 orang, Bahrain 1 orang, Kuwait 5 orang, Qatar 2 orang, Turki 7 orang, Uni Emirat Arab 1 orang, dan Yordania 1 orang.
Sekretaris Disnaker Lebak, Rully Chaerulliyanto, mengatakan bahwa terkait konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai situasi PMI, khususnya yang berada di wilayah Timur Tengah.
“Ya, kami terus berkomunikasi secara intens dengan Kemenlu dan KemenP2MI. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada informasi PMI asal Lebak yang terdampak oleh konflik di Timur Tengah,” kata Rully, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia mengatakan, pada tahun ini terdapat 351 PMI asal Lebak yang bekerja di 16 negara. Sebanyak 216 PMI di antaranya bekerja di sejumlah negara di wilayah Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Turki.
“Pastinya, jika ada yang terdampak, pemerintah akan menginformasikannya. Sejauh ini kami masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat dan terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi mereka,” ujarnya.
Reporter: Nurabidin











