slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Ujian Lira Untuk Menantu-Mertua

Aas Arbi by Aas Arbi
15-08-2018 12:40:00
in Catatan Dahlan Iskan
Ujian Lira Untuk Menantu-Mertua

Ilustrasi : Disway.id

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Masih belum ada langkah nyata di Turki. Baru sebatas tekad: akan mengatasinya. Presiden Recep Tayyib Erdogan masih keras. Masih serba menolak.

Ogah menaikkan suku bunga. Ogah mengurangi defisit anggaran. Ogah bebaskan pastor Amerika. Ogah mengakui kelemahannya.

Baca Juga :

Belum Ada PMI Terdampak Fisik Konflik Timur Tengah, Pemerintah Bentuk Tim Crisis Monitoring

Iran Nyatakan Perang terhadap AS–Israel Usai Ali Khamenei Meninggal Dunia

Tewas Akibat Serangan Israel dan Amerika, Ali Khamenei Disebut Telah Tunjuk Calon Pengganti

Ditutup Iran, Ini Peran Strategis Selat Hormuz di Jalur Perdagangan Internasional

Mata uang Turki, Lira, jatuh lagi 8 persen. Senin lalu. Setelah jatuh 18 persen dua hari sebelumnya. Total 40 persen tahun ini.

Iklim baiknya: partai oposisi mendukung Erdogan. Kali ini. Nasionalisme Turki justru lagi bangkit. Saat menjadi sasaran perang ekonomi. Seperti sekarang ini. Oleh sekutunya sendiri: Amerika.

Barat ikut gelisah. Ekononi Eropa ikut terganggu. Ekonom Barat minta ke Turki: naikkan suku bunga. Agar kejatuhan Lira bisa diredam. ”Tidak ada jalan yang lain,” ujar para ekonom itu.

Mengapa?

Inflasi di Turki sudah mencapai 15 persen. Harga-harga naik. Bunga deposito ‘hanya’ 17 persen. Bunga yang didapat penabung habis dimakan inflasi. Akibatnya: para penabung menarik uang mereka. Dari bank. Dibelikan Dolar. Atau dikirim ke luar negeri: capital flight.

Terjadilah lingkaran setan. Harus dipotong. Dengan senjata tega. Kenaikan suku bunga adalah pisaunya. Tapi Erdogan menolak usulan itu. ”Bunga adalah ibu segala setan,” ujar Erdogan.

Memang bunga di Turki sudah sangat tinggi: 17 persen. Kalau usul kenaikan itu diterima menjadi 24 persen.

Dengan bunga 24 persen sektor riil akan kelimpungan. Ini mengingatkan saya ke kesulitan ekonomi Indonesia tahun 1988. Saat diberlakukan tight money policy.

Saat itu bunga juga sampai 24 persen. Bahkan saya pernah lebih berat: cari pinjaman bank dengan bunga 29 persen.

Saat itu saya lagi cari modal: mendirikan Riau Pos. Bersama sastrawan Riau, Rida K Liamsi. Tanpa modal setor dari Jawa Pos. Saya cari pinjaman ke BII Batam. Dengan jaminan pribadi.

Waktu itu saya masih sangat muda. Bekerja keras sekali. Agar bisa membayar hutang dengan bunga seperti rentenir. Tapi masa sulit seperti itu bisa saya lalui.

Erdogan tidak mau menyiksa negerinya dengan bunga tinggi. Erdogan berprinsip bunga rendah akan mendorong sektor riil. Defisit anggaran akan bisa menggerakkan ekonomi.

Inilah dua ideologi ekonomi yang saling berseberangan. Pak JK beraLiran seperti Erdogan itu. Setahu saya. Yang kini dalam ujian berat. Di laboratorium Turki.

Sayang sekali. Ekonomi Turki baru 10 tahun terakhir ini bangkit. Turki juga berhasil jadi contoh: bagi yang mau merasionalkan nominal uangnya.

Tahun 2005 kurs 1 Dolar AS sama dengan 1,2 juta Lira. Jadi bahan cemoohan dunia. Untuk jadi miliarder datanglah ke Turki. Bawa uang seribu Dolar saja. Tukarkan ke Lira. Anda sudah mengantongi uang Lira 1,2 miliar.

Saya pernah mengalami jadi miliader itu. Saat gaji saya belum besar. Saat saya ke Turki dulu. Tahun 1990-an. Saat satu Dolar masih Rp 2.400.

Tidak mau jadi cemoohan, tahun 2006 Turki ambil keputusan penting: membuang enam nol di lembaran uangnya. Lembaran 1.000.000 Lira misalnya, menjadi 1 Lira. Nama resmi Lira pun menjadi YTL: Yeni Turk Lirani. Pasar tetap saja menyebutnya Lira. Begitu saja.

Turki berhasil melewati masa kritis. Pembuangan enam nol itu sukses. Tidak terjadi inflasi gila-gilaan. Seperti yang diramal oleh para penentang. ”Pembuangan enam nol itu hanya akan bikin kacau,” kata para penentang itu. Yang berkaca pada kegagalan negara lain. Yang pernah mencoba hal yang sama. Tanpa persiapan sebaik Turki.

Sejak itu tidak banyak nol lagi di uang Lira. Orang Turki menjadi bangga dengan Lira baru: tidak banyak nol lagi.

Tinggal tiga negara yang kini masih punya nol banyak. Di uang mereka:
1. Rial Iran (42.000/Dolar)
2. Vietnam Dong (22.500/Dolar).
3. Rupiah kita (14.500/Dolar).

Usaha menghilangkan banyak nol juga penting untuk kita. Di akhir masa pemerintahan Presiden SBY gencar dipersiapkan dengan serius: menghilangkan tiga nol di uang rupiah. Kini tidak terdengar lagi kelanjutannya.

Hari-hari mendatang ini sangat menegangkan di Turki. Kepemimpinan Erdogan yang sangat kuat itu diuji. Ditambah kekuatan menantunya: Berat Albayrak. Umur: 40 tahun. Yang menjabat menteri keuangannya. Menantu-Mertua ini lagi di puncak pertaruhan. Disorot seluruh dunia.

Berat Albayrak belum pernah teruji. Ia lulus dari universitas yang tidak terkenal: Pace University, New York. Di bidang manajemen. Bukan keuangan.

Setahun setelah mengawini putri Erdogan, Berat naik daun. Masuk partai mertuanya: Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Tahun itu juga Berat diangkat menjadi menteri energi.

Tahun 2016 terjadi kudeta. Gagal. Erdogan justru kian populer. Mei lalu Erdogan mengadakan Pemilu. Untuk menepis penilaian ini: Erdogan mulai diktator. Bermodal kepopulerannya.

Erdogan memenangi Pemilu itu. Percaya dirinya kian tinggi. Berat ia angkat menjadi menteri keuangan.

Hari pertama pengumuman kabinet itu negatip: Lira turun 3 persen. Sejak itu Lira turun terus. Apalagi sejak Wikileak mengungkap dokumen yang terkait bisnis Berat.

Reaksi Berat sangat frontal: menggugat media yang ikut menyiarkannya. Bahkan Wikipedia dilarang di Turki. Sejak itu Lira terus merosot. Pasar tidak percaya kemampuan Berat di bidang keuangan.

Permusuhan dengan media terus berlangsung. Dua hari lalu 300-an media online diperiksa. Dianggap ikut memerosotkan Lira.

Ujian bagi sang menantu kini kian berat. Akankah Berat bisa mengatasinya? Dengan dukungan orang kuat seperti mertuanya? Kita tunggu kekuatan riilnya. Bukan hanya kekuatan populisnya. Dan mertuanya.(dahlan iskan)

Tags: Catatan Dahlan IskanIran
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kerajaan Ubur-ubur di Serang, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

Next Post

Untuk Pembelian Tiket, ASDP Merak Berlakukan Uang Elektronik

Related Posts

Belum Ada PMI Terdampak Fisik Konflik Timur Tengah, Pemerintah Bentuk Tim Crisis Monitoring
Berita Utama

Belum Ada PMI Terdampak Fisik Konflik Timur Tengah, Pemerintah Bentuk Tim Crisis Monitoring

by Redaksi
Kamis, 5 Maret 2026 20:53

JAKARTA, DISWAY.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) memastikan hingga saat ini belum menerima laporan mengenai adanya pekerja migran...

Read moreDetails

Iran Nyatakan Perang terhadap AS–Israel Usai Ali Khamenei Meninggal Dunia

Tewas Akibat Serangan Israel dan Amerika, Ali Khamenei Disebut Telah Tunjuk Calon Pengganti

Ditutup Iran, Ini Peran Strategis Selat Hormuz di Jalur Perdagangan Internasional

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Dunia Usai Serangan AS–Israel

Dampak Perang Iran–AS, Korps Garda Revolusi Iran Tutup Selat Hormuz Picu Krisis Ekonomi Global

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Next Post
Untuk Pembelian Tiket, ASDP Merak Berlakukan Uang Elektronik

Untuk Pembelian Tiket, ASDP Merak Berlakukan Uang Elektronik

Vino G Bastian: Karakter Wiro Sableng Dulu dan Sekarang Beda

Vino G Bastian: Karakter Wiro Sableng Dulu dan Sekarang Beda

Demi Air Bersih, Tempuh Ratusan Meter hingga Antre Berjam-jam

Demi Air Bersih, Tempuh Ratusan Meter hingga Antre Berjam-jam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ilustrasi hari pertama anak SD masuk sekolah

Pemkab Tangerang Terbitkan Surat Edaran, Ayah Antar Anak Sekolah pada Hari Pertama

Sabtu, 11 Juli 2026 09:12
Flyer orang hilang

Dijemput Laki-laki Tak Dikenal, Remaja Perempuan Asal Serang Ini Dilaporkan Hilang

Sabtu, 11 Juli 2026 09:06
Personel Kodim 0601/Pandeglang bersama warga melalukan upaya pemadaman Kobaran api menyelimuti bangunan rumah dan gudang di Kampung Ciwangun, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 10 Juli 2026.

Personel Damkar Kodim Bantu Padamkan Kebakaran di Cibaliung

Sabtu, 11 Juli 2026 08:58
Bupati Maesyal saat Jumling di di Masjid Darurrohman, Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, Jumat 10 Juli 2026.

Bupati Maesyal : TPA Jatiwaringin Sudah 100 Persen Bebas Api dan Asap

Sabtu, 11 Juli 2026 08:48
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi.

BMKG Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Waspada

Sabtu, 11 Juli 2026 08:15
Ilustrasi berlian. Foto: pixabay

Cara Merawat Berlian agar Tetap Berkilau

Sabtu, 11 Juli 2026 07:43
Ilustrasi hari pertama anak SD masuk sekolah

Pemkab Tangerang Terbitkan Surat Edaran, Ayah Antar Anak Sekolah pada Hari Pertama

Sabtu, 11 Juli 2026 09:12
Flyer orang hilang

Dijemput Laki-laki Tak Dikenal, Remaja Perempuan Asal Serang Ini Dilaporkan Hilang

Sabtu, 11 Juli 2026 09:06
Personel Kodim 0601/Pandeglang bersama warga melalukan upaya pemadaman Kobaran api menyelimuti bangunan rumah dan gudang di Kampung Ciwangun, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 10 Juli 2026.

Personel Damkar Kodim Bantu Padamkan Kebakaran di Cibaliung

Sabtu, 11 Juli 2026 08:58
Bupati Maesyal saat Jumling di di Masjid Darurrohman, Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, Jumat 10 Juli 2026.

Bupati Maesyal : TPA Jatiwaringin Sudah 100 Persen Bebas Api dan Asap

Sabtu, 11 Juli 2026 08:48
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi.

BMKG Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Waspada

Sabtu, 11 Juli 2026 08:15
Ilustrasi berlian. Foto: pixabay

Cara Merawat Berlian agar Tetap Berkilau

Sabtu, 11 Juli 2026 07:43

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Ilustrasi hari pertama anak SD masuk sekolah

Pemkab Tangerang Terbitkan Surat Edaran, Ayah Antar Anak Sekolah pada Hari Pertama

by Mulyadi
Sabtu, 11 Juli 2026 09:12

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Tangerang menerbitkan Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2026 tentang Imbauan Ayah Mengantar Anak pada Hari...

Flyer orang hilang

Dijemput Laki-laki Tak Dikenal, Remaja Perempuan Asal Serang Ini Dilaporkan Hilang

by Fahmi
Sabtu, 11 Juli 2026 09:06

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polresta Serang Kota mengeluarkan informasi orang hilang terkait seorang remaja perempuan bernama Uswatun Hasanah yang dilaporkan meninggalkan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak