SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Angka Pengangguran di Kota Serang turun pada 2025. Itu menunjukkan upaya menekan angka pengangguran di Kota Serang mulai menunjukkan perkembangan positif.
Meski penurunannya belum signifikan, tren penurunan jumlah pengangguran dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal membaiknya kondisi ketenagakerjaan di daerah tersebut.
Masuknya investasi industri serta penguatan program peningkatan kompetensi tenaga kerja dinilai menjadi faktor penting yang dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja di Kota Serang dalam beberapa tahun ke depan.
Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan jumlah pengangguran di Kota Serang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Kota Serang pada 2025 tercatat sekitar 26.008 orang. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 26.686 orang.
Dengan demikian, terdapat penurunan sekitar 678 orang dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Sebelumnya, BPS juga mencatat bahwa jumlah pengangguran di Kota Serang pada 2023 mencapai 27.125 orang. Angka tersebut kemudian turun menjadi 26.686 orang pada 2024 dan kembali menurun pada 2025.
Penurunan bertahap ini menunjukkan adanya tren positif dalam penyerapan tenaga kerja di Kota Serang dalam beberapa tahun terakhir.
Jika dilihat dari persentase, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Serang pada 2024 berada di kisaran 7,12 persen dari total angkatan kerja sekitar 374.767 orang.
Angka tersebut masih tergolong cukup tinggi dan sedikit berada di atas rata-rata TPT Provinsi Banten yang tercatat sebesar 7,02 persen.
Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, menilai turunnya angka pengangguran tersebut merupakan sinyal positif bagi perkembangan ekonomi daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah masih perlu melakukan berbagai langkah strategis agar angka pengangguran dapat ditekan secara lebih signifikan.
Menurutnya, salah satu upaya penting adalah membuka ruang investasi seluas-luasnya serta mempercepat pembangunan kawasan industri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Penurunan ini tentu menjadi kabar baik, meskipun masih tipis. Artinya ada pergerakan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang mulai berjalan. Ke depan kita berharap investasi yang masuk ke Kota Serang dapat lebih banyak lagi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Muji.
Ia juga menilai rencana pembangunan kawasan industri di Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, berpotensi menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Keberadaan kawasan industri tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kota Serang, khususnya tenaga kerja lokal.
“Kita berharap ketika kawasan industri Sawah Luhur mulai beroperasi, perekrutan tenaga kerja dapat dilakukan secara bertahap. Ini tentu akan membantu menekan angka pengangguran di Kota Serang,” katanya.
Selain mendorong masuknya investasi, Muji juga mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja yang akan datang.
Ia menilai peningkatan kompetensi dan keterampilan menjadi kunci penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di dunia industri.
“Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi. Ketika industri masuk, tenaga kerja lokal harus siap agar bisa menjadi prioritas dalam perekrutan,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











