PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polisi masih menyelidiki kecelakaan maut yang melibatkan mobil milik Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi. Fokus penyelidikan kini mengarah pada kondisi pengemudi saat insiden terjadi.
Peristiwa tragis itu terjadi di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 30 April 2026 pagi saat jam istirahat sekolah. Mobil Toyota Innova bernopol A 1663 BF tiba-tiba menabrak kerumunan siswa dan warga di depan sekolah.
Akibat kejadian tersebut, satu siswa meninggaldunia. Sementara itu, delapan korban lainnya mengalami luka-luka. Korban yang luka-luka itu terdiri dari enam siswa, satu pedagang, dan satu sales yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad mengatakan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. “Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Korban meninggaldunia satu orang, dan lainnya masih dirawat,” kata Burhanudin, Kamis, 30 April 2026.
Ia mengungkapkan, dari hasil pengamatan awal di lapangan, petugas menduga pengemudi dalam kondisi kurang sehat. Bahkan, saat kejadian terlihat menggunakan selang oksigen. Namun demikian, polisi belum dapat memastikan kondisi tersebut tanpa hasil pemeriksaan medis.
“Untuk kondisi pengemudi, kami belum bisa menyimpulkan. Dugaan sakit masih harus dibuktikan secara medis,” ujarnya. Saat ini, Ahmad Mursidi masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang. Polisi juga memastikan kendaraan tersebut merupakan mobil pribadi Ahmad Mursidi, bukan kendaraan dinas.
Selain itu, tujuan perjalanan pengemudi sebelum kejadian juga masih dalam proses pendalaman. Polisi menegaskan seluruh kemungkinan, termasuk adanya unsur kelalaian, akan ditelusuri secara menyeluruh. “Kami masih dalami semua aspek untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini,” pungkasnya.
Editor : Rostinah








