RADARBANTEN.CO.ID – Momen Idulfitri identik dengan hidangan lezat dan kebersamaan. Namun, di balik itu banyak orang menghadapi masalah kenaikan berat badan setelah Lebaran.
Setelah berhasil menurunkan berat badan selama bulan puasa, tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, penurunan 2–3 kilogram bisa kembali naik hingga 4–5 kilogram dalam waktu singkat jika pola makan tidak dijaga.
Kondisi ini umumnya dipicu perubahan pola makan secara drastis, seperti konsumsi makanan berlebih serta tingginya asupan gula dan lemak.
Perlu dipahami, kenaikan berat badan tidak selalu berasal dari lemak. Faktor seperti retensi cairan dan perubahan pola makan juga dapat memengaruhi angka timbangan.
Karena itu, menjaga komposisi tubuh tetap sehat jauh lebih penting daripada sekadar fokus pada angka berat badan.
6 Tips Menjaga Berat Badan Setelah Lebaran
- Batasi karbohidrat saat sarapan
Ketupat atau lontong tetap boleh dikonsumsi, namun sebaiknya dalam porsi kecil. Perbanyak protein seperti daging, ayam, atau telur agar kenyang lebih lama. - Selektif memilih makanan saat silaturahmi
Batasi konsumsi kue kering dan makanan manis. Pilih makanan tinggi protein dan hindari makan berlebihan. - Kurangi minuman manis
Sirup dan es buah mengandung gula tinggi. Ganti dengan air putih atau teh tanpa gula. - Atur kembali pola makan
Setelah Lebaran, kembali ke pola makan teratur dan seimbang agar berat badan tetap stabil. - Cukupi waktu tidur
Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan rasa lapar. - Mulai olahraga secara bertahap
Prioritaskan pola makan dan tidur terlebih dahulu, lalu lakukan aktivitas fisik secara rutin.
Dengan menerapkan pola hidup sehat, kenaikan berat badan setelah Lebaran dapat dikendalikan sehingga tubuh tetap bugar usai Ramadan.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aas Arbi











