RADARBANTEN.CO.ID – Salah satu cara paling mudah untuk meningkatkan performa motor matik adalah dengan melakukan ubahan pada sektor Continuously Variable Transmission (CVT). Komponen ini punya peran penting dalam menentukan karakter akselerasi dan tenaga motor.
Salah satu bagian CVT yang kerap dimodifikasi adalah roller. Komponen kecil ini ternyata punya pengaruh besar terhadap akselerasi awal hingga performa putaran atas mesin.
Namun, modifikasi roller tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika bobot roller yang dipasang tidak sesuai, performa motor justru bisa menurun, terutama pada putaran mesin atas.
Salah satu trik yang cukup umum dilakukan agar tarikan bawah dan atas tetap seimbang adalah dengan memasang roller secara selang-seling.
“Supaya dapat tarikan atas dan bawah enak, bobot roller yang dipasang bisa diselang-seling,” ujar Jack, salah satu mekanik bengkel di Pandeglang, Minggu 29 Maret 2026.
Pada umumnya, motor matik menggunakan enam buah roller CVT dengan bobot tertentu yang sudah disesuaikan pabrikan. Nah, perubahan bobot roller ini akan memengaruhi karakter tenaga motor.
Jika ingin akselerasi awal lebih responsif, bobot roller biasanya dibuat lebih ringan dari standar. Sebaliknya, jika ingin mengejar top speed, bobot roller bisa dibuat lebih berat.
Meski begitu, Jack mengingatkan agar pengurangan bobot roller tidak dilakukan secara berlebihan. Sebab, roller yang terlalu ringan justru bisa membuat tenaga motor lemah di putaran atas.
Adapun yang dimaksud pemasangan roller selang-seling adalah mengombinasikan roller ringan dan berat dalam satu set.
Sebagai contoh, jika roller standar motor berbobot 15 gram, maka bisa dikombinasikan dengan roller 13 gram. Cara pemasangannya dilakukan bergantian, yakni 15 gram, 13 gram, 15 gram, 13 gram, hingga seluruh enam roller terpasang dengan komposisi tiga roller berat dan tiga roller ringan.
Metode ini dinilai bisa membuat karakter tarikan motor lebih seimbang, baik saat awal gas dibuka maupun saat motor melaju pada kecepatan tinggi.
Meski demikian, setiap motor matik memiliki karakter mesin dan kebutuhan bobot roller yang berbeda-beda. Karena itu, pemilik kendaraan disarankan tidak melakukan perubahan terlalu ekstrem.
Sebagai patokan, ubahan bobot roller umumnya dianjurkan tidak lebih dari dua tingkat lebih berat atau lebih ringan dari bobot roller standar bawaan motor.
Dengan setting yang tepat, modifikasi sederhana di sektor CVT ini bisa membuat performa motor matik terasa lebih responsif tanpa harus melakukan ubahan besar pada mesin.
Editor: Abdul Rozak











