SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Serang Mengaji kini menjadi salah satu program unggulan yang terus digencarkan pasangan Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia dalam kepemimpinan mereka di Kota Serang.
Memasuki satu tahun masa kerja, duet Budi–Agis dinilai mulai menunjukkan arah pembangunan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan karakter dan nilai religius masyarakat.
Sejak awal kepemimpinan, program Serang Mengaji memang dirancang sebagai gerakan masif untuk memberantas buta aksara Alquran di Kota Serang. Program ini menjadi bagian dari 13 program unggulan yang diusung Budi–Agis, dengan pendekatan langsung ke masyarakat hingga ke tingkat lingkungan terkecil.
Untuk mempercepat realisasi, Pemkot Serang bahkan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Serang Mengaji yang bertugas turun langsung ke lapangan.
Satgas ini menyasar sekolah-sekolah, pondok pesantren, hingga masyarakat umum guna memastikan kemampuan membaca Alquran semakin merata di Kota Serang.
Budi Rustandi mengatakan, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan jangka panjang dalam membangun generasi berakhlak.
“Harapannya anak-anak kita bisa mengaji semua dan dalam rangka untuk menanamkan adab, akhlak, moral dan berkarakter,” ujarnya, Minggu, (29/3).

Ia juga memastikan, pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur Pemkot Serang, Kementerian Agama Kota Serang, hingga tokoh masyarakat.
“Dan program ini tanpa APBD, sama nanti ada aplikasi Serang Mengaji juga yang bisa diakses oleh masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Provinsi Banten, Nana Sujana mengatakan dukungannya terhadap program ini melalui pembinaan Alquran
“Pembinaan Alquran ini salah satunya adalah baik untuk pemberantasan buta aksara Alquran dan program-program lainnya salah satunya untuk membantu para guru mengaji,” tegasnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan sistem pendataan yang terintegrasi hingga tingkat bawah.
“Insya Allah itu akan valid dan datanya tidak tumpang tindih, selain offline kita juga menyediakan portal aplikasi Serang Mengaji secara online,” katanya.
Tak hanya itu, dukungan juga diberikan melalui program motor dakwah untuk menjangkau wilayah terpencil.
“Misalnya kita memiliki program Motor Dakwah, kondisi wilayahnya susah atau terjal, kita bisa berkoordinasi agar pengajaran Alquran bisa tembus ke pelosok,” tuturnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, dalam satu tahun kepemimpinan Budi–Agis, program Serang Mengaji mulai menunjukkan progres sebagai gerakan sosial-keagamaan yang masif dan berkelanjutan di Kota Serang. (Adv)











