SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berbagai capaian pembangunan di Kota Serang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan efektivitas pendekatan kolaboratif yang dijalankan Wali Kota Serang, Budi Rustandi.
Dalam kurun satu tahun kepemimpinannya, sejumlah perubahan mulai terlihat, khususnya pada sektor infrastruktur yang selama ini menjadi perhatian utama masyarakat.
Sejak awal menjabat, Budi Rustandi mengusung konsep pembangunan berbasis kolaborasi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dunia usaha. Strategi ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat pembangunan tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Melalui pendekatan tersebut, Pemkot Serang berhasil mendorong partisipasi aktif perusahaan dalam bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR).
Berbagai program CSR ini diarahkan untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur yang sebelumnya tertunda akibat keterbatasan anggaran.
Sejumlah perusahaan pun tercatat berkontribusi langsung dalam pembangunan Kota Serang. PT Saubahtera Samudra membantu perbaikan Jalan Kenari–Kasemen sepanjang 516 meter yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat.
Selain itu, PT Binangun Mitra Mandiri turut mendukung penataan ruas Bendung–Pakupatan yang dikenal sebagai salah satu jalur padat aktivitas. Penataan ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran lalu lintas serta kenyamanan pengguna jalan.
Kontribusi juga datang dari Rumah Sakit Fatimah yang membantu pelebaran pertigaan Drangong, sehingga mampu mengurangi potensi kemacetan di kawasan tersebut.
Sementara itu, PT Santini menghadirkan 60 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga pada malam hari.
Menurut Budi Rustandi, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Kita harus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha agar percepatan pembangunan bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, setiap bantuan CSR harus memberikan dampak nyata bagi warga.
“Kami pastikan setiap program CSR itu tepat guna, tepat sasaran, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Hasil dari pendekatan tersebut kini mulai dirasakan masyarakat. Jalan lingkungan yang sebelumnya rusak mulai diperbaiki, jalur-jalur strategis semakin tertata, dan titik-titik gelap kini terang dengan kehadiran PJU.
Model pembangunan kolaboratif yang diusung Budi Rustandi pun dinilai mampu mempercepat perubahan wajah Kota Serang sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (Adv)











