KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) membukukan laba bersih sebesar Rp142,55 miliar sepanjang tahun buku 2025.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2026.
Dalam rapat tersebut, perseroan juga menetapkan sejumlah arah strategi baru guna memperkuat kinerja bisnis di tengah persaingan industri pembiayaan yang semakin ketat.
Selain itu, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan serta mengesahkan Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 perseroan mencatat penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun atau tumbuh 9,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, total aset meningkat 6,08 persen menjadi Rp7,37 triliun dan ekuitas naik 4,81 persen menjadi Rp1,98 triliun.
“Kinerja ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang prudent,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima, Selasa, 31 Maret 2026.
Dari sisi profitabilitas, WOM Finance mencatat Return on Asset (ROA) sebesar 2,41 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,45 persen. Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,17 persen dan NPF net sebesar 0,95 persen.
Presiden Direktur Djaja Suryanto Sutandar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi perseroan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan.
Selain membahas kinerja keuangan, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026, penetapan penggunaan laba bersih, serta perubahan susunan pengurus perseroan.
Dalam upaya memperkuat struktur permodalan, pada tahun 2025 WOM Finance telah menerbitkan obligasi melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan V Tahap II senilai Rp1,5 triliun. Perseroan juga memperoleh tambahan fasilitas kredit dari perbankan sebesar Rp1,65 triliun.
Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), perseroan memperoleh persetujuan atas perubahan anggaran dasar, termasuk penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.*
Editor : Krisna Widi Aria











