PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan jemput bola permohonan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dengan mendatangi kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta.
Jemput bola dilakukan karena petani di Kabupaten Pandeglang membutuhkan Alsintan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Alsintan yang dibutuhkan untuk oleh petani itu baik masa tanam (prapanen) dan pascapanen.
Kedatangan Bupati Pandeglang di Kantor Kementerian Pertanian disambut langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Handi Arif di ruang Sesditjen PSP. Dalam pertemuan itu Bupati Pandeglang mendapatkan pendampingan Sekda Pandeglang Asep Rahmat, Asda II Nuriah.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan jemput bola karena penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (alsintan) sangat krusial bagi petani.
“Untuk meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, hingga mengurangi kehilangan hasil panen. Intinya alsintan sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 13 April 2026.
Jenis alsintan yang dibutuhkan ialah untuk masa tanam (prapanen) dan pascapanen. Alsintan Masa Tanam (Prapanen) ini fokus pada persiapan lahan hingga penanaman bibit untuk mempercepat waktu budidaya.
“Antara lain Traktor (Digunakan untuk membajak dan mengolah tanah agar gembur dan siap tanam), Kultivator (Alat penggemburan tanah), Rice Transplanter, Seeder dan Planter. Dan termasuk pompa air,” katanya.
Lalu bantuan lain sudah masuk usulan ialah alsintan pasca panen yang memiliki manfaat untuk mengolah hasil panen agar memiliki kualitas tinggi dan mengurangi risiko kerusakan.
Di antaranya Combine Harvester (Mesin multifungsi paling populer yang menggabungkan tiga operasi sekaligus, memotong (menuai), merontokkan, dan membersihkan gabah di lahan), Corn Harvester / Multi-crop Combine (Jenis khusus untuk memanen jagung yang dapat langsung memipil biji dari tongkolnya di tengah sawah).
“Lalu Power Thresher (Mesin Perontok) untuk memisahkan butiran padi dan jagung. Mesin pengering (dryer), dan Rice Milling Unit (RMU) mesin penggilingan padi yang mengubah gabah menjadi beras,” katanya.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan, melakukan jemput bola usulan bantuan merupakan langkah nyata untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Pandeglang.
“Pada hari Jumat, 10 April 2026, saya mewakili Pemerintah Kabupaten Pandeglang berkunjung ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dan diterima langsung oleh Sesditjen PSP,” katanya.
Pertemuan itu menjadi upaya mendorong usulan bantuan combine harvester (kombine) untuk mendukung petani agar panen lebih cepat, efisien dan hemat biaya.
“Semoga ikhtiar ini membawa hasil terbaik bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di pandeglang,” katanya.
Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Banten dan berkontribusi secara nasional. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas pertanian menjadi hal yang sangat penting.
“Untuk meningkatkan produktivitas pertanian tentu harus ditunjang berbagai aspek, termasuk alsintan bagi para petani,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Jenderal PSP Handi Arif menyampaikan, bahwa pihak Kementerian Pertanian pada prinsipnya mendukung upaya Pemkab Pandeglang dalam upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
“Bantuan alsintan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan kelompok tani di daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Handi menekankan, akan pentingnya penguatan kelembagaan petani agar bantuan diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Selain itu pemerintah daerah diminta untuk memastikan adanya pendampingan teknis serta perawatan alat agar usia pakai alsintan lebih panjang. Pada dasarnya kami siap mendukung namun harus dilihat juga kesiapan di lapangan mulai dari kelembagaan petani hingga kemampuan dalam mengelola dan merawat alsintan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











