CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi memprihatinkan menimpa sebuah musala di Lingkungan Langon II RT 02 RW 05, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
Bangunan tempat ibadah itu mengalami kerusakan serius pada bagian atap dan dinilai membahayakan keselamatan jamaah.
Kondisi rangka atap yang mulai lapuk, plafon terbuka, serta genteng bergeser membuat bangunan tersebut rawan ambruk, terutama saat digunakan untuk aktivitas ibadah.
Kondisi ini terungkap saat Founder Komunitas Ayo Ngecat, Muhammad Sidiq, melakukan survei langsung ke lokasi.
Awalnya, komunitas tersebut berencana melakukan pengecatan sebagai bagian dari aksi sosial. Namun, setelah melihat kondisi bangunan, fokus bantuan pun dialihkan pada perbaikan struktural.
“Hasil survei di lapangan menunjukkan kondisi atap sudah sangat mengkhawatirkan. Ini bukan lagi soal estetika, tetapi menyangkut keselamatan jamaah,” ujar Sidiq.
Selain atap, kerusakan juga terlihat pada area tempat wudhu. Bagian atap terbuka dan berpotensi bocor saat hujan.
Dinding belakang musholla pun tampak lembap dan berlumut akibat rembesan air, menandakan bangunan sudah lama tidak mendapatkan perbaikan menyeluruh.
Meski dalam kondisi terbatas, musholla tersebut masih aktif digunakan masyarakat untuk salat berjamaah, kegiatan mengaji anak-anak, serta aktivitas keagamaan lainnya.
Melihat kondisi tersebut, Komunitas Ayo Ngecat mengajak masyarakat, pelaku usaha, hingga dermawan untuk bersama-sama membantu renovasi musala.
“Kami mengajak semua pihak yang memiliki kelapangan rezeki untuk ikut berpartisipasi. Semoga ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tambahnya.
Warga berharap adanya kepedulian bersama agar musala tersebut segera direnovasi dan kembali menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman.
Editor: Abdul Rozak











