CIPUTAT,RADARBANTEN.CO.ID—Pengurus Perkumpulan Kepala Sekolah SMP Swasta (PKSS) Kota Tangerang Selatan masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di AMTC Lubana Sengkol, Senin 27 April 2026. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 140 kepala sekolah SMP swasta se-Kota Tangerang Selatan.
Pelantikan dan pengucapan ikrar dilakukan oleh Deden Deni yang mewakili Wali Kota Tangsel. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan, khususnya sekolah swasta, dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, PKSS memiliki peran strategis tidak hanya sebagai wadah komunikasi antar kepala sekolah, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam mendukung implementasi program pendidikan daerah.
“PKSS telah memberi warna baru dan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Deden juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang Selatan yang mencapai 84,81—tertinggi di Provinsi Banten. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya rata-rata lama sekolah hingga 12,10 tahun.
Ia menambahkan, program beasiswa masif dari pemerintah daerah menjadi strategi utama dalam memperluas akses pendidikan. Namun demikian, perlu adanya penguatan program agar manfaatnya semakin merata.
“Saat ini baru 92 sekolah yang tergabung sebagai sekolah pendamping penerima program. Ke depan, kami berharap jumlah tersebut terus bertambah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PKSS terpilih, Eko Pranoto, menegaskan bahwa PKSS akan terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia menilai, dinamika pendidikan yang semakin kompleks, termasuk perubahan regulasi, membutuhkan komunikasi terbuka dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pemangku kepentingan.
“PKSS akan selalu siap mendukung kebijakan pendidikan, namun juga menyampaikan kritik yang solutif,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Eko juga menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia berharap pelaksanaan SPMB dapat berjalan sesuai regulasi, terutama terkait jumlah maksimal siswa dalam satu rombongan belajar.
“Kami berharap pelaksanaan SPMB ke depan konsisten dengan ketentuan maksimal 32 siswa per kelas. Ini penting agar pembelajaran lebih efektif dan memberi ruang yang adil bagi sekolah swasta,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah swasta untuk menjaga solidaritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Kekuatan PKSS bukan pada individu, melainkan pada persatuan,” tegasnya.
Pendiri PKSS, Suharwanto, turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi organisasi dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan, khususnya bagi sekolah swasta di Kota Tangerang Selatan. Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan keterbukaan terhadap kritik yang membangun.
Pelantikan ini turut dihadiri berbagai pihak, di antaranya Ketua PGRI Kota Tangerang Selatan, perwakilan BMPS Provinsi Banten, serta Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan.
Momentum pelantikan PKSS Tangsel 2026–2030 ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara sekolah swasta dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memperluas akses layanan pendidikan di wilayah tersebut.
Editor: Agung S Pambudi











