LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Lebak-Pandeglang mencatat realisasi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani di Kabupaten Lebak mencapai 35 ribu ton sepanjang Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut setara dengan 17.500 ton beras atau sekitar 72,9 persen dari target penyerapan tahun ini.
Pimpinan Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, M Syaukani, mengatakan target penyerapan gabah pada 2026 mencapai 48 ribu ton GKP atau setara 24 ribu ton beras.
“Alhamdulillah, capaian serapan gabah di Lebak hingga Mei 2026 sudah cukup baik, yakni mencapai 35 ribu ton GKP atau setara 17.500 ton beras dari target 48 ribu ton GKP atau setara 24 ribu ton beras,” ujarnya, Jumat 5 Juni 2026.
Menurut Syaukani, Bulog berkomitmen menyerap gabah hasil panen petani di Kabupaten Lebak dan Pandeglang sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Untuk memaksimalkan penyerapan, Bulog membentuk tim jemput gabah yang bertugas membeli hasil panen langsung dari petani. Tim tersebut berkoordinasi dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan mitra tani di lapangan.
“Kami telah membentuk tim jemput gabah yang membeli langsung hasil panen petani. Tim ini berkoordinasi dan bersinergi dengan Gapoktan serta mitra tani dalam proses penyerapan gabah,” katanya.
Ia menjelaskan, Bulog terus mengoptimalkan penyerapan gabah, terutama menjelang panen raya di sejumlah wilayah sentra produksi padi. Penyerapan dengan harga yang optimal diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani.
“Kami akan turun langsung ke sentra-sentra pertanian saat petani memasuki masa panen raya,” ungkapnya.
Syaukani optimistis target penyerapan gabah tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun karena panen masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan pihaknya menargetkan produksi padi pada 2026 mencapai 687.109 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 384.781 ton beras.
“Tahun 2026 target produksi mencapai 687.109 ton GKP atau setara 384.781 ton beras. Mudah-mudahan produksi dan kondisi cuaca mendukung sehingga target tersebut dapat tercapai,” katanya.
Rahmat menuturkan, Pemerintah Kabupaten Lebak terus mendorong peningkatan produksi pertanian mengingat daerah tersebut merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Banten.
Ia optimistis target produksi dapat tercapai karena sebagian besar petani di Lebak menerapkan pola tanam serempak dan mulai memanfaatkan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas lahan.
“Dengan pola tanam yang baik dan dukungan sarana produksi pertanian, petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih optimal,” tandasnya.
Editor: Mastur Huda











