CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Ratusan peserta memadati Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon di Taman Cilegon Indah, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, pada Kamis (18/6/2026) pagi.
Kehadiran mereka untuk mengikuti Seleksi Mandiri Bela Negara (SMBN) 1 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
Tahun 2026 ini menjadi momen pertama kalinya kampus plat merah asal Sleman, Yogyakarta tersebut menggandeng Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon sebagai lokasi ujian mandiri di ujung barat Pulau Jawa.
Panitia Pelaksana SMBN 1 UPN Veteran Yogyakarta, Asri Sekar Mawar, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Cilegon bertujuan strategis untuk menjangkau calon mahasiswa dari luar Jawa. Ujian sendiri berlangsung tertib mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
”Harapannya bisa mengakomodir juga peserta ujian dari Sumatera yang mau bergabung dengan keluarga besar UPN Veteran Yogyakarta,” ungkap Sekar, yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Yogyakarta.

Selain Cilegon, SMBN 1 juga digelar di belasan kota lain di Indonesia seperti Bogor, Makassar, dan beberapa wilayah di Kalimantan. Sementara itu, pelaksanaan ujian di Yogyakarta tetap menjadi yang terbesar dengan durasi pelaksanaan paling lama, yakni selama 6 hari.
Pada tahun 2026 ini, UPN Veteran Yogyakarta membuka kuota total sebanyak 6.000 mahasiswa baru melalui 4 jalur penerimaan antara lain Jalur Prestasi, Jalur SNBT, Ujian Mandiri SMBN 1, Ujian Mandiri SMBN 2.
Dari total 5 fakultas dan puluhan jurusan yang tersedia, Teknik Pertambangan masih menjadi program studi yang paling diminati. “Itu salah satu jurusan paling tua di Indonesia dan prospek pekerjaannya sangat terbuka,” tambah Sekar.

Chief Academic Officer Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon, Eko Arianto, memaparkan bahwa kerja sama kemitraan ini mencakup tiga sekolah di bawah naungan Bosowa School, yaitu di Bogor, Makassar, dan Cilegon. Jika Bogor dan Makassar sudah memulai sejak 2024, Cilegon baru resmi menjadi lokasi ujian pada tahun 2026 ini.
Untuk pelaksanaan di Cilegon, pihak panitia menargetkan 200 peserta yang diselesaikan dalam satu sesi ujian. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Banten dan Sumatera, tetapi ada juga yang jauh-jauh datang dari Yogyakarta karena kehabisan kuota tes di daerah asal.
Selain menjadi lokasi ujian, kerja sama ini juga membawa dampak positif bagi kualitas pendidikan lokal melalui program pelatihan dan kelas peningkatan kapasitas guru langsung dari UPN Veteran Yogyakarta.
Eko juga mengapresiasi dampak positif kegiatan ini bagi citra daerah, terlebih Pemkot Cilegon saat ini memiliki program beasiswa perguruan tinggi.
”Ini Cilegon jadi dikenal dari orang luar kota sebagai kota yang menyiapkan anak-anak yang akan ke perguruan tinggi,” pungkas Eko. (*)










