SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang mengeluhkan masih banyaknya warga yang ekonominya lemah namun tak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
Hal tersebut diakibatkan karena mereka justru berada di Desil tinggi yakni enam ke atas dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sehingga, mereka dianggap masuk dalam kategori mampu.
Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Muhammad Aopidi, mengatakan masih banyak masyarakat yang kondisi ekonominya kurang baik namun justru masuk pada desil yang tinggi. Kondisi ini membuat mereka tidak bisa mendapatkan bantuan sosial ataupun fasilitas BPJS Kesehatan PBI dari pemerintah.
“Masih perlu banyak perbaikan, masih banyak yang tidak tepat sasaran. Ada yang ekonominya sudah bagus tapi desilnya rendah, ada yang ekonominya sangat kurang tapi desilnya sangat tinggi,” katanya, Selasa 23 Juni 2026.
Ia menuturkan, dalam penyusunan desil, pemerintah desa tidak dilibatkan sehingga data yang tersaji justru menimbulkan polemik bagi masyarakat.
“Pada saat penentuan Desil kita tidak tahu, dari mana datanya, acuannya dari mana. Banyak yang datang mengadu khususnya pada saat penyaluran bantuan sosial,” tegasnya.
Lebih lanjut Aopidi berharap, adanya sensus ekonomi yang dilakukan tahun ini bisa berdampak pada penyesuaian data Desil, sehingga masyarakat yang kondisi ekonominya bisa memperoleh sesil yang rendah.
“Mudah-mudahan di sensus ekonomi ini ada perubahan data baru. Pada pelaksanaan sensus ekonomi, pendatanya biasanya orang wilayah setempat, semoga nanti bisa lebih akurat dan hasilnya bisa diakomodir,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani










