PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lima desa di Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, mengalami kekeringan karena memasuki musim kemarau tahun 2026.
Kelima desa itu adalah Desa Cipinang, Kadubadak, Padaherang, Angsana, dan Keramatmanik.
Pada musim kemarau tahun 2026 ini, telah memicu krisis air bersih pada berbagai wilayah Kabupaten Pandeglang akibat penurunan debit sumur, kekeringan sumber mata air.
Dampak kemarau sudah mulai terasa pada pekan kedua bulan Juli dan puncak kemarau berdasarkan prediksi BMKG terjadi pada Agustus–September 2026.
Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Banten Beni Madsira mengatakan, kegiatan malam ini, 12 Juli 2026, pukul 23.22 WIB, KSB bersama BPBDPK melaksanakan kegiatan pengiriman air bersih untuk warga Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana.
“Pengiriman air langsung oleh Kasi Kedaruratan BPBDPK Rian. Ini (kemarin malam) merupakan mobil ketiga bantuan air bersih,” katanya, Senin, 13 Juli 2026.
Pengiriman air bersih ini atas permohonan kepala desanya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran. Sementara, untuk Kecamatan Angsana ini ada lima desa dilanda kekeringan.
“Ucapan terima kasih kepada Ibu Bupati, Wakil Bupati, Kalak BPBD, atas respon cepatnya ketika masyarakat mengeluh langsung mengirimkan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena kemarau membuat banyak wilayah mengalami krisis air bersih,” katanya.
Lebih lanjut, Beni mengungkap, khusus Kecamatan Angsana setiap musim kemarau sebanyak 7 desa akan mengalami kekeringan. Ketujuh desa itu yakni Desa Karangsari, Padamulya, Cipinang, Kadubadak, Padaherang, Angsana dan Keramatmanik.
“Namun yang sekarang paling urgen dan sudah kekeringan parah dua desa yakni Desa Cipinang dan Desa Kadubadak,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











