SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menyatakan, tak ada potensi tsunami dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini berstatus level III atau siaga.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, saat ditemui di depan gedung Setda Pemkab Serang, Senin, 13 Juli 2026.
Ajat mengungkapkan, saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada di level III atau siaga. Masyarakat baik wisatawan ataupun nelayan diminta untuk tidak mendekati gunung di Selat Sunda itu pada radius tiga kilometer dari kawah.
“Jarak tempat wisata, hotel, dan permukiman warga kan cukup jauh, yaitu 42 kilometer, itu masih relatif sangat aman untuk saat ini. Kalaupun ada informasi yang meresahkan, kami minta untuk selalu mengecek ulang dan pastikan untuk mengakses informasi dari kanal-kanal resmi,” katanya.
Sejauh ini, kata Ajat, Pemkab Serang maupun petugas yang berjaga di pos pantau Gunung Anak Krakatau selalu memonitoring dan meng-update terkait kondisi terkini gunung itu. Makanya, masyarakat diminta untuk tidak panik dan diharapkan dapat mengakses informasi dari kanal-lanal resmi.
“Memang masih terjadi gempa tremor, namun masih dalam batas normal. Kita berharap dan berdoa agar tidak terjadi peningkatan status,” ujarnya.
Ajat mengungkapkan, kendati ada peningkatan ke level IV atau awas, daratan Kabupaten Serang, khususnya kawasan Anyar dan Cinangka, disebut masih relatif aman. Pasalnya, lontaran dari letusan Gunung Anak Krakatau, radiusnya berada di delapan kilometer.
“Lontaran dari letusannya tidak akan sampai ke Anyar-Cinangka, karena tadi jaraknya sangat jauh, yaitu 42 kilometer,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai potensi terjadinya tsunami pada 2018, Ajat mengatakan, dengan status level III saat ini tidak ada potensi tsunami.
“Kemungkinan tsunami itu bisa terjadi ketika ada kenaikan level IV dan terjadi longsoran yang cukup besar dan jatuh ke laut. Jadi ketika ada kenaikan ke level IV pun belum tetu akan terjadi tsunami,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono










