KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Banten bersama SMP Negeri 2 Mauk, Kabupaten Tangerang menggelar seminar literasi digital kepada 360 murid baru.
Seminar tersebut dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Selasa 14 Juli 2026.
Kegiatan yang bertajuk “Literasi Digital: Sopan Santun dan Bijak Bermedia Sosial untuk Menunjang Pembelajaran yang Baik” tersebut menghadirkan Ketua Relawan TIK Provinsi Banten sekaligus Trainer Literasi Digital, Taufiq, sebagai narasumber.
Di kegiatan itu, Taufiq menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Sebab menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi secara tepat diperlukan agar pelajar tidak menjadi korban kejahatan siber, penyalahgunaan teknologi, maupun penyebaran hoaks.
Dia juga menjelaskan, literasi digital memiliki empat pilar utama, yakni Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital atau disingkat “CABE”.
Di mana, keempat pilar tersebut menjadi bekal penting dalam memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab.
“Jadi sopan santun, kejujuran, dan etika berlaku baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Selain itu, pengguna media sosial juga harus bijak, memahami aturan, berhati-hati, kritis terhadap informasi, serta menghindari komentar negatif karena jejak digital akan selalu tersimpan sepanjang masa,” ujar Taufiq.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Mauk, Rohimat, mengapresiasi kolaborasi tersebut.
Karena menurutnya, literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik di era digital.
“Kami sangat berterima kasih kepada Relawan TIK Provinsi Banten yang telah memberikan edukasi kepada murid baru kami,” ucap Rohimat.
Rohimat menambahkan, hingga saat ini belum pernah terjadi kasus penyalahgunaan teknologi digital maupun perundungan siber di lingkungan SMPN 2 Mauk.
Meski begitu, pihak sekolah terus melakukan pembinaan bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mencegah terjadinya perundungan, baik secara langsung maupun melalui media digital.
“Iya, kami terus mengajak seluruh siswa untuk membangun sikap sopan, beretika, serta saling menghormati sesama teman, orang tua, dan guru,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











