SERANG – Pelaksana Tugas (Plt) gubernur Banten Rano Karno menyatakan dirinya merasa bangga karena kegiatan budaya di Banten sudah mulai semakin menggeliat. Pekan Budaya Banten merupakan hal yang bisa dijadikan pondasi kebangkitan Banten dalam bidang kebudayaan.
“Sekarang pameran seni rupa masih sepi pengunjung. Tapi tidak apa-apa, setidaknya Banten telah memulai sesuatu. Tahun depan, kita akan laksanakan lagi secara lebih meriah,” kata Rano Karno dalam sambutannya membuka Pekan Budaya Banten di halaman Pendopo Lama Gubernur Banten, Rabu (9/10) sore.
Rano mengatakan, kebudayaan dalam Bahasa Sangsakerta adalah Budayah, yang artinya budi dan tenaga. “Dari situlah kita memahami bahwa kreativitas adalah merupakan produk kebudayaan yang diharapkan menimbulkan rasa optimis masyarakat Banten untuk lebih baik lagi melangkah ke depan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Banten, kata Rano, sudah merencanakan menjadikan Pendopo Lama Gubernur Banten sebagai museum. Intinya adalah menjadikan kawasan itu sebagai tempat masyarakat mengekspresikan kreativitasnya.
“Perupa dan pelukis bisa memamerkan karyanya, juga para pelajar yang bisa beraktivitas kesenian di sini. Nanti itu kita rencakan akan dilakukan pada 2015,” ujar Rano.
Pekan Budaya Banten diselenggarakan mulai tanggal 9 Oktober hingga 14 Oktober 2014, bertempat di Pendopo Lama Gubernur Banten, Jln Brigjend KH Sjamun, Kota Serang.
Pekan Budaya Banten akan diisi kegiatan antara lain, pameran lukisan, instalasi karya perupa Banten, pagelaran kesenian, dan lain sebagainya. (Krisna Widi Aria)***








