CILEGON – Mayoritas SKPD di lingkungan kerja Pemkot Cilegon hingga awal Februari ini belum mengumumkan paket lelang pekerjaan mereka. Hal itu terpantau dari situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dikelola oleh Bagian Pengendalian dan Program (Dalprog) Setda Kota Cilegon.
Kondisi ini dapat berpotensi pada lambannya pelaksanaan progam pemerintah daerah tahun 2016 yang masing-masing terdapat di SKPD. “Sejauh ini memang paket lelang yang masuk itu baru RSUD saja, itu juga karena urgent, menyangkut pelayanan pasien. Nah memang dari SKPD lain belum ada, tapi kalau ada permohonan (lelang) yang masuk tentu kita layani,” ujar Kabag Dalprog Setda Kota Cilegon, Syafrudin, Rabu (3/2/2016).
Ia menambahkan, belum mengetahui alasan lambannya dokumen lelang itu diterima pihaknya. Namun ia tidak menampik, lambannya permohonan pengumuman lelang itu umumnya lantaran SKPD perlu mempersiapkan lembaran dokumen, sehingga membutuhkan waktu lama. “Seperti dokumen perencanaan teknis, itu yang paling lama biasanya. Belum lagi rancangan kontrak, ya kalau nggak lengkap, bagaimana kita mesti tayangkan?. Tentu akan kita pulangkan lagi. Yang pasti April, pengumuman itu sudah harus beres,” katanya.
Untuk mendorong agar SKPD lebih cepat lagi dalam mempersiapkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) mereka, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menggelar rapat koodinasi terkait dengan pengendalian pembangunan yang dijadwal akan dilaksanakan pada akhir Februari ini. “Ke depan kita ingin ada sinkronisasi data paket (lelang) antara SKPD dengan kita. Data itu akan menjadi acuan, mungkin saja ada paket (lelang) di SKPD, tapi tidak tercatat di kita,” ujarnya. (Devi Krisna)










