SERANG- Salah satu faktor untuk mendukung prestasi olahraga di Provinsi Banten lebih maju dan baik, anggaran untuk pembinaan atletnya harus tingkatkan. Pembinaan generasi pemuda dan olahraga itu mahal harganya.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Olah Raga Pelajar Dispora Banten Djazuli Hasan saat menyampaikan materi manajemen olahraga di hadapan para pengurus KONI dan Dispora kota/kabupaten di Hotel Flamenggo, Kota Serang(13/3/2016). ” Tahun ini menurun 50% yaitu Rp22 miliar, sementara tahun lalu Rp 44 miliar, ” ujarnya.
Menurutnya, anggaran tersebut masih kecil jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Jawa Barat sebesar Rp300 miliar. ” Daerah lain itu serius dalam mengalokasikan anggaran untuk kemajuan olahraganya. Maka tidak heran mereka lebih maju dari kita. Karena selain manajemenya baik, juga ditunjang dengan anggaran yang besar pula,” ucapnya.
“Terkait anggaran yang rendah, kami sudah meminta pada pemegang kebijakan agar meningkatkan anggaran olahraga. Idealnya untuk Provinsi Banten itu kisaran Rp 200 miliar per tahun. Anggaran tersebut untuk pembinaan dan mengadakan banyak kejuaraan di daerah -daerah, kemudian untuk administrasi saat mengikuti kejurnas,” tambahnya.
Dikatakan Djazuli, selama ini Dispora Banten mengaku dilema ketika ada kejurnas. Pasalnya Dispora tidak bisa mengikutsertakan semua cabang olahraga yang ada di Banten. Salah satu persoalanya adalah anggaranya kurang. “Jadi kami harus selektif memilih cabang yang dilombakan pada kejurnas,” katanya.
Meskipun demikian, Dispora tetap optimis dalam melakukan pembinaan dan memajukan olahraga di Banten. Kami sudah sampaikan ke pemegang kebijakan untuk menindaklanjutinnya. Maka dari itu, kami juga mengajak para pengurus KONI dan Dispora kota/kabupaten bersama-sama serius bekerja menggalakan olahraga pada masyarakat,” pungkasnya.(Adef).










