SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang mengalokasikan anggaran cukup besar untuk perbaikan infrastruktur jalan pada tahun 2026.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas jalan rusak melalui program betonisasi serta pemeliharaan rutin di berbagai titik strategis.
Pemkot Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memacu percepatan pembangunan jalan dengan menggandeng sektor swasta.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jalan dan drainase tahun ini mencapai Rp 80 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari APBD serta bantuan keuangan dari pemerintah yang lebih tinggi.
“Untuk DPUPR sendiri, ada sekitar Rp 65 miliar yang bersumber dari bantuan keuangan (dari Pemkot Tangsel atas kerja sama pengelolaan sampah-red) untuk pembangunan jalan maupun drainase. Sisanya ditopang oleh APBD Kota Serang,” jelasnya, Rabu, 22 April 2026.
Dengan anggaran tersebut, DPUPR menargetkan peningkatan kualitas jalan melalui betonisasi di sejumlah titik prioritas yang dianggap memiliki tingkat kerusakan cukup parah.
“Tahun ini ada 17 titik yang akan dilakukan betonisasi. Sisanya kita optimalkan melalui pemeliharaan rutin agar kondisi jalan tetap layak dilalui masyarakat,” kata Iwan.
Meski belum mampu menuntaskan seluruh jalan rusak, Iwan menegaskan pihaknya tetap berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
“Kalau bicara target, tentu ingin tuntas semua. Tapi kita menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah,” tegas Iwan.
Pemkot Serang juga mendapatkan bantuan CSR dari perusahaan swasta, yakni PT Saubahtera Samudera (SBS), untuk pembangunan jalan di Kecamatan Kasemen.
Bahkan, Pemkot Serang sudah menyepakati dengan pihak swasta itu terkait pembangunan jalan di Kasemen.
“Rencananya kita akan membahas teknis lebih lanjut terkait perjanjian ini. Panjang jalan yang akan dibangun mencapai 516 meter dengan lebar kurang lebih lima meter,” ujarnya.
Iwan menjelaskan, pengerjaan jalan tersebut akan dimulai dari Jembatan Punta hingga perbatasan Kabupaten Serang.
Seluruh proses pembangunan dilakukan melalui dukungan CSR dari PT SBS.
Editor: Agus Priwandono











