CILEGON – Lebih dari 70 persen pelajar di tingkat SMA di Kota Cilegon menggunakan kendaraan roda dua untuk berangkat ke sekolahnya. Demikian dikatakan Dewi Indriati selaku Ketua TP PKK Provinsi Banten saat Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas Tahun 2016 di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis (21/4/2016)
“Menggunakan kendaraan roda dua bagi para pelajar untuk ke sekolah memang lebih cepat, tapi bagi seusia mereka itu masih berbahaya,” ujar Dewi.
Terlebih lagi, Dewi mengungkapkan, para pelajar sering kali mengubah bentuk kendaraan roda duanya. Mulai dari knalpot yang diubah menjadi lebih bising, roda yang diperkecil, serta mesin yang dimodifikasi. “Keseimbangan motor kalau sudah dimodifikasi itu jadi tidak seimbang, dan para pelajar malahan banyak yang gemar memodifikasi ini,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Banten Rano Karno dalam sambutannya mengatakan, lalu lintas di Provinsi Banten merupakan salah satu daerah yang sering mengalami kemacetan. “Jalan Raya Anyer-Cinangka itu hampir setiap minggu macet dipenuhi wisatawan, belum lagi jalur penyeberangan di Merak. Karena itu sosialisasi keselamatan lalu lintas ini perlu kita sampaikan,” ujar Rano.
Bagi para pelajar di Cilegon, Rano menyinggung memang masih kurang tertib berlalu lintas. “Masih banyak pelajar yang juga suka mencopot spionnya, saya heran bagaimana mereka bisa nyaman mengendarainya,” ujarnya.
Dalam acara sosialiasi ini, turut dihadiri ratusan para pelajar di Kota Cilegon. (Riko)








