SERANG – Pasca terjadinya aksi teror bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo Jawa Tengah, Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri menginstruksikan jajarannya untuk lebih waspada terhadap setiap hal.
Menurut Dofiri, aksi teror tersebut sengaja diarahkan kepada pihak Kepolisian karena saat ini pihak Kepolisian sedang dalam keadaan lengah. “Karena itu pengamanan di pos-pos polisi akan ditingkatkan, namun tetap tidak dilakukan secara berlebihan,” ujar Dofiri, Selasa (5/7).
Dofiri melanjutkan, terkait pengamanan sudah dilakukan pihaknya sejak jauh hari seperti melalui Operasi Ramadinya. Namun dengan kejadian di Solo tersebut pihaknya lebih meningkatkan kewaspadaan.
“Selama ini untuk pengunjung kan tetap dikenai wajib lapor, nanti pun akan ada pemeriksaan, namun tidak berlebihan. Intinya kita tingkatkan kewaspadaan saja,” ujarnya.
Sebelumnya, seperti yang telah diberitakan Radar Banten Online, menjelang perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah, Mapolresta Solo digegerkan dengan serangan bom bunuh diri oleh orang tak dikenal (OTK), Selasa (5/7) sekitar pukul 07.15 WIB.
Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, pihaknya belum mengetahui motif serangan tersebut. Namun, yang pastinya serangan tersebut benar adanya. Martinus menerangkan, kecuali pelaku bom bunuh diri, tidak ada korban jiwa. Saat ini, pihak Kepolisian tengah menyelidiki kasus bom bunuh diri tersebut. (Bayu)









