SERANG – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren tingkat Nasional (Pospenas) VII pada 22-28 Oktober 2016. Pembukaan event tiga tahunan tersebut digelar langsung di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang, Sabtu (22/10) malam.
Mengenakan batik biru berlengan panjang, Presiden Joko Widodo memasuki area acara pembukaan pada pukul 19:41 WIB. Sesaat setelah Presiden menempati tribun utama, pembukaan acara yang mengumpulkan duta santri se-Indonesia tersebut langsung dimulai.
Setelah menyanyika lagu kebangsaan Indonesia Raya, pemandu acara memperkenalkan setiap kontingen dari 32 Provinsi se-Indonesia yang telah memenuhi area stadion beberapa jam sebelum acara dimulai.
Di tribun utama, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Gubernur Banten, Rano Karno.
Gubernur Rano dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan Pospenas bertepatan dengan Hari Santri Nasional, ini untuk menunjukkan bahwa santri tidak hanya mampu mengajui, namun mempunyai kompetensi lain yang bisa memberikan kontribusi bagi negara. “Para santri diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi negara. Saya ucapkan kepada seluruh santri, selamat bertanding,” ujar Rano Karno.
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, baru ini dirinya merasakan hari besar nasional diselenggarakan dengan gegap gempita. “Baru ini hari saya rasakan, hari besar nasional, selain hari kemerdekaan Indonesia diselenggarakan secara gegap gempita oleh segenap masyarakat. Ini luar biasa,” ujar Lukman.
Peringatan Hari Santri sejatinya memperjuangkan nilai-nilai ke-Islamaan dan jati diri ke-Indonesiaan. Karena itu, menurut Lukman, dalam memperingati hari santri seyogyanya dijadikan momentum untuk meningkatkan semangat ke-Indonesiaan dengan ruh ke-Islaman.
Pospenas sendiri diadakan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam pengembangan Pospenas. Dari Pospenas ini diharapkan lahir atlet dan seniman dari kalangan santri. “Atlet dan seniman yang berpreatasi dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran,” ujarnya. (Bayu)









