SERANG – Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) VII pada 22-28 Oktober 2016 berakhir dan resmi ditutup malam ini. Provinsi Banten sebagai tuan rumah dinyatakan sah sebagai juara umum ajang tiga tahunan tingkat nasional tersebut.
Hal tersebut disampaikan langsung Panitia Kerja Tetap Nasional (Panjatapnas) Pospenas VII 2016 Sahlan Masduki pada acara penutupan dihalaman Masjid Raya Al-Bantani KP3B.
Keputusan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum Panjatapnas Pospenas VII 2016 dengab nomor 004/SK/PP/X/2016 tentang Penetapan Perolehan Medali dan Jauara Umum Pospenas VII 2016 di Banten.
“SK ini menetapkan provinsi yang mendapatkan medali terbanyak sebagai juara umum,” ujar Sahlan, Jumat (28/10) malam.
Pada kesempatan tersebut, Sahlan membacakan 10 besar juara dan peraih medali terbanyak. Pembacaan tersebut dimulai dari urutan ke-10. Urutan 10 Kalimatan Timur dengan tiga emas, dua perak, satu perunggu. Sembilan, Riau dengan tiga emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Delapan, Sumut (Sumatera Utara) dengan tiga emas, delapan perak, dan delapan perunggu.
Ketujuh, lanjut Sahlan, DKI Jakarta dengan empat emas, satu perak. Enam, Daerah Istimewa Yogyakara dengan tujuh emas, delapan perak, dan 12 perunggu. Posisi kelima diduduki Bali dengan sembilan emas, tiga perak, dan sembilan perunggu. Keempat, Jawa Tengah dengan sembilan emas, delapan perak, dan lima perunggu.
“Ketiga, Jatim (Jawa Timur) dengan sembilan emas, sebelas perak, dan sepuluh perunggu. Kedua Jabar (Jabar) dengan tiga belas emas, delapan belas perak, dan sebelas perunggu. Kesatu, Banten dengan sembilan belas emas sembilan perak, dan empat belas perunggu,” ujarnya yang disambut riuh tepuk tangan.
Penyerahan piala juara umum diterima langsung oleh Sekda Banten Ranta Soeharta. Penyerahan piala bergilir tersebut langsung dilakukan setelah pembacaan surat keputusan. (Bayu)









