SERANG – Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) VII resmi dibuka Presiden RI Joko Widodo ditandai dengan bunyi sirine dan pemukulan bedug, Sabtu (22/10) malam di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang. Pembukaan kemudian diikuti rampak bedug.
Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Gubernur Banten Rano Karno.
Pembukaan Pospenas yang diikuti sekitar 6.000 peserta dari 32 provinsi ini dimeriahkan tarian kolosal Banten “Rembulan di Bumi Santri Surosowan” yang melibatkan 500 penari dari pelajar dan santri di Banten, kemudian disusul defile kontingen Pospenas diiringi marching band Gita Surosowan, yang dan dilanjutkan dengan pembacaan Alquran, serta sambutan-sambutan.
Ribuan penonton tampak terpukau menyaksikan tarian kolosal Banten. Banyak warga mendokumentasikan atraksi itu dengan kamera ponsel. Tak sedikit para penonton juga nekat naik ke tempat yang lebih tinggi demi menghasilkan gambar yang bagus dan menarik.
Gubernur Banten Rano merasa bangga. Ini sebuah kehormatan bagi masyarakat Banten karena dipercaya sebagai tuan rumah Pospenas VII. “Kami ucapkan terima kasih pada pemerintah pusat karena Banten dipercaya sebagai tuan rumah dan kepercayaan ini akan kami pegang dan jaga agar penyelenggaran Pospenas berjalan baik,” ungkapnya.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kepekaan dan meningkatkan rasa sosial para santri. Di Hari Santri ini, menunjukkan bahwa santri tak hanya pandai di bidang agama, namun bidang olahraga. Semoga Pospenas akan memberikan kontribusi berharga bagi kesehatan jasmani dan rohani, sesuai dengan revolusi mental yang digagas Presiden. Mari kita menjadi tuan rumah yang baik dengan ketulusan. Terima kasih atas semua pihak sehingga acara dapat terselenggara dengan baik,” ungkap Rano. (Ade F)









