BANDUNG – Diam-diam Rano Karno bertolak ke Bandung menemui Walikota Bandung Ridwan Kamil, Sabtu (5/11). Dalam pembicaraan santai yang dilakukan di sebuah restoran di kawasan Braga, Bandung, keduanya saling bertukar pikiran mengenai pembangunan di daerah masing-masing.
Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil, selama ini dikenal aktif membangun ruang-ruang publik (public space) mendorong Banten untuk melakukan hal yang sama.
“Ruang publik penting sebagai titik temu dari berbagai kelompok masyarakat untuk menguatkan pertalian sosial yang selama ini sudah terajut. Jangan sampai ada situasi diskriminatif di mana masyarakat terbelah dan mendapat perlakuan tak adil hanya karena perbedaan latar belakang ekonomi, suku, agama, ras, dan gender,” kata Rano mengamini pendapat Kang Emil.
Di luar itu, Rano menyampaikan mimpi besarnya untuk membangun sebuah Islamic Center di Banten. Sebagai daerah yang kental dengan corak Islamnya, Rano memandang perlu hadirnya sebuah Pusat Studi Islam yang bisa menjadi kiblat bagi berkembangnya pemikiran Islam di Indonesia, bahkan di dunia.
“Syaikh Nawawi al Bantani itu tokoh masyhur di kalangan dunia Islam. Karya-karyanya diakui dunia. Kita harus melanjutkan jihad Syaikh Nawawi di bidang ilmu pengetahuan dan pemikiran Islam. Perjuangan para pemikir besar Islam seperti Syaikh Nawawi, Tjokroaminoto, Hasyim Ashari, Ahmad Dahlan, dan Mas Abdurahman selalu memberikan perhatian yang sangat besar terhadap dunia pendidikan,” ujar Rano.
Pernyataan Rano yang terang-terangan memberi perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya pendidikan Islam, mendapat dukungan penuh dari Ridwan Kamil. Peradaban Islam telah membentuk dan berkontribusi amat besar terhadap paras dan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Jejak-jejaknya bisa ditemui di banyak tempat di Indonesia, khususnya Banten.
Ridwan Kamil sendiri telah sejak lama memberi perhatian khusus terhadap destinasi pariwisata sejarah Islam di Banten. Gelombang ziarah dari berbagai daerah untuk menengok warisan sejarah berupa masjid agung dan kesultanan menandakan Banten memiliki magnit yang tak kecil di mata wisatawan domestik dan mancanegara.
“Kita harus mampu merawat dan membenahi warisan masa lalu dan merevitalisasi situs-situs yang masih ada. Sebagai destinasi wisata, kita tak hanya melihat jejak-jejak sejarah masa lalu. Tapi kita juga belajar tentang hal-hal baik yang diwariskan dari masa lampau,” ungkap Kang Emil yang memberikan dukungan kepada Rano Karno agar memberi perhatian khusus terhadap situs-situs bersejarah seperti Masjid Agung Banten. (Aas/Radar Banten)







