slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Travel Pariwisata

Homestay Desa Wisata Gnomon Urip Terinspirasi Astronomi Borobudur

Redaksi by Redaksi
07-11-2016 10:09:31
in Pariwisata, Travel
Foto: IndonesiaTravel

Foto: IndonesiaTravel

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

JAKARTA – Sayembara Desain Arsitektur Nusantara 2016 memang sudah berakhir dan diumumkan 25 Oktober 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenpar. Tiga lembaga yang berkolaborasi menggelar acara itu antara lain Kementerian Pariwisata, Badan Ekonomi Kreatif dan PT Propan Raya. Jawara untuk arsitektur homestay desa wisata di kawasan Borobudur dimenangkan Aditya Wiratama yang dibantu dua anggota tim, Rizky Rachmadanti dan TB Dimas Dianggara Putra. Karya emasnya, berjudul Gnomon Urip.

Darimana ide itu berawal? Semua diambil dari Candi Borobudur, sebuah World Cultural Masterpiece yang sudah resmi tercatat oleh UNESCO. “Borobudur adalah kompleks candi terbesar di dunia. World class tample. Itu sebabnya kami mengambil banyak ide dari sana,” ungkap Aditya Wiratama, Ketua Tim Desain Homestay Destinasi Borobudur, Minggu (4/11).

Baca Juga :

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Eksplorasi pun dilakukan. Dan semuanya di luar kebiasaan. Kecenderungan arsitek lebih mengambil unsur dari gubahan bentuk arsitektur lokal dan hal-hal yang berupa fisik. Tapi Adit justru memilih untuk mengambil unsur-unsur yang ada di Borobudur. Adit dan timnya berani memasukkan unsur penggunaan Borobudur dalam ilmu astronomi seperti untuk mengetahui waktu, cuaca dan sebagainya ke dalam rancangan homestay desa wisatanya.

“Kami terapkan dengan membuat ‘permainan’ akan waktu dan bermacam lapisan aktivitas. Kami ingin para pengunjung dapat memanfaatkan waktunya untuk beraktivitas dengan baik saat menginap di sekitar Borobudur. Selain itu, kami juga menambahkan beberapa unsur lain, seperti penggunaan punden berundak dan material lokal,” kata Adit.

Lokasi yang dipilih? Desa Wanurejo. Alasannya simpel. Wanurejo dipilih lantaran desa ini adalah gerbang untuk menuju Borobudur. “Setiap wisatawan nusantara dan mancanegara pasti lewat Wanurejo saat berwisata ke Borobudur. Sangat strategis. Selain itu, desa ini memang sudah “tourist friendly”. Lingkungannya sudah sangat mendukung karena banyak gelar budaya yang digelar setiap tahun oleh sembilan dusun yang ada di desa ini,” ungkap pria berkacamata itu.

Selain lokasi, hal lain yang dicermati Adit dan timnya adalah karakteristik bangunan di sekitar Borobudur. Tipologi bangunan semacam komplek perumahan yang dihuni oleh satu keluarga secara turun temurun ikut dipelajari. Pengaruh terhadap ilmu pengetahuan ikut diperhitungkan. Hasilnya? Gnomon Urip pun tercipta. Inilah judul karya yang dipilih Aditya Wiratama bersama dua anggota tim, Rizky Rachmadanti dan TB Dimas Dianggara Putra.

“Borobudur ternyata tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata dan ibadah. Namun juga sarat dengan ilmu pengetahuan. Di sana ada unsur ilmu astronomi dimana terdapat gnomon sebagai penanda waktu. Dan penanda waktu itu kami masukkan ke dalam desain bangunan,” ulas Adit.

Konsep lain yang ikut dipikirkan adalah penahapan aktivitas. Adit dan timnya ingin memperkaya pengalaman pengunjung saat menginap di sekitar Borobudur. Kamar pengunjung pun diset di lantai dua.

“Jadi bila ingin beraktivitas seperti makan dan mandi, pengunjung harus turun ke penghuni rumah. Akan ada banyak interaksi dengan sang pemilik rumah. Saat keluar rumah, pengunjung juga bisa beraktivitas di pekarangan rumah keluarga besar dan berinteraksi dengan keluarga besar. Di lapisan berikutnya, pengunjung bisa beraktivitas di dalam desa. Bisa melihat sawah-sawah dan aktivitas warga seperti bertani dan bercocok tanam. Gong-nya ya menyaksikan mahakarya world culture, Candi Borobudur,” terang Adit.

Selain itu ada konsep punden berundak yang diimplementasikan ke dalam bangunan, Punden berundak adalah bentukan bertingkat yang memusat ke tengah. Pada zaman dahulu, punden berundak dijadikan pemujaan roh nenek moyang. Dewasa ini banyak pula digunakan untuk bangunan ibadah seperti di Masjid ataupun di Candi Borobudur.

“Ada tiga tingkatan yang kami masukkan ke dalam desain. Tiga tingkatan tersebut diibaratkan seperti fase kehidupan, yaitu saat kita masih di dalam kandungan, ketika kita hidup di dunia,dan ketika kita meninggalkan dunia,” timpal Rizky Rachmadanti, anggota tim Gnomon Urip Borobudur.

Dengan beragam filosofi tersebut, massa bangunan yang dihasilkan terlihat sederhana namun penuh makna. Bentukan bangunannya terlihat sangat simpel. Hanya ada tambahan genteng yang dipotong miring.

“Fungsinya sebagai penanda masa. Itu penanda bahwa bangunannya dibuat pada masa sekarang dengan menggunakan alat modern,” sambung TB Dimas Dianggara Putra, anggota tim lainnya.

Material yang digunakan? Diambil dari material lokal. Dari mulai batu andesit, genteng lokal, kayu lokal yang banyak tersedia di sekitar Borobudur, dimanfaatkan untuk membangun homestay.

“Tenaga kerjanya pun lokal. Penggunaan material tembaga, kuningan dihandle pengrajin sekitar,” ungkap Dimas.

Harapan tim, karya berjudul Gnomon Urip bisa menghasilkan banyak manfaat. Dari mulai penambahan income bagi warga sekitar, memperkaya aktivitas, hingga membranding dengan sesuatu yang unik dan menarik.

“Kami ingin homestay mudah dapat dikenali oleh siapapun yang melihatnya. Kami juga ingin menunjukkan kepada dunia tentang arsitektur dengan pendekatan kelokalan di Indonesia. Dan keberagaman serta kekayaan budaya di Indonesia dapat diaplikasian di dunia arsitektur masa sekarang,” tutup Aditya Wiratama.

Menpar Arief Yahya menghargai ide-ide cerdas anak-anak muda dalam Sayembara Arsitektur Nusantara untuk Homestay Desa Wisata itu. Kelak homestay desa wisata itu akan menjadi dasar dalam membangun rumah wisata di seputar Joglosemar dengan ikon Borobudur itu.

“Selamat atas semua ide-idenya. Dari tataran filosofis sampai ke implementatif yang masuk akal untuk dibangun dengan cepat,” kata Menpar Arief Yahya. (ADVERTORIAL/Kemenpar RI)

Tags: Kementerian Pariwisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Menpar Arief Yahya Lantangkan #MenangkanIndonesia di #WHTA2016

Next Post

Diskusi bersama Ridwan Kamil, Rano Karno : Kita Bangun Islamic Center di Banten

Related Posts

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen
Ekonomi

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

by Aas Arbi
Jumat, 20 Maret 2026 16:02

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan berbagai paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat...

Read moreDetails

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Dinas Pariwisata Banten Targetkan 22 Juta Kunjungan Wisatawan di Tahun 2025

Indahhya Wisata Lerang Cibolang di Lebak, Favorit Wisata Keluarga di Lebak

Jumlah Petani di Kabupaten Serang Terus Berkurang, Ada Apa?

Ikan Mas Sinyonya, Ikan Peninggalan Purbakala yang Hampir Punah di Pandeglang

Punya Pantai Terpanjang di Banten, Investor Bonafit Belum Lirik Sektor Pariwisata di Pandeglang

Diskusi Pariwisata Sambil Berlayar di Selat Sunda

Next Post
Diskusi bersama Ridwan Kamil, Rano Karno : Kita Bangun Islamic Center di Banten

Diskusi bersama Ridwan Kamil, Rano Karno : Kita Bangun Islamic Center di Banten

Love Story

Love Story: Haus Pujian, Rumah Tangga Berantakan

Dua Remaja Asal Kota Serang Hilang Terseret Ombak Pantai Anyer

Belum Ditemukan, Pencarian Dua Remaja Terseret Ombak Masih Berlanjut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pushbike

30 Anak Pushbike Berlatih di Graha Pena Radar Banten

Sabtu, 27 Juni 2026 20:58

Mengenal Hanna Aulia Zein Adzmika, Politisi Muda PPP yang Ajak Gen Z Melek Politik

Sabtu, 27 Juni 2026 18:11

Rakor Pemutakhiran Data Parpol, KPU Pandeglang Sampaikan Kebijakan Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 18:10

Empat Peserta Tewas, Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Tuai Sorotan

Sabtu, 27 Juni 2026 18:09

Asep Nuh Bidik Enam Kursi DPRD usai Terpilih Pimpin PPP Lebak

Sabtu, 27 Juni 2026 17:33

Haaland Ada di Mana-mana! Reaksi Kaget IShowSpeed di Tribun Norwegia Bikin Terhibur

Sabtu, 27 Juni 2026 17:29
Pushbike

30 Anak Pushbike Berlatih di Graha Pena Radar Banten

Sabtu, 27 Juni 2026 20:58

Mengenal Hanna Aulia Zein Adzmika, Politisi Muda PPP yang Ajak Gen Z Melek Politik

Sabtu, 27 Juni 2026 18:11

Rakor Pemutakhiran Data Parpol, KPU Pandeglang Sampaikan Kebijakan Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 18:10

Empat Peserta Tewas, Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Tuai Sorotan

Sabtu, 27 Juni 2026 18:09

Asep Nuh Bidik Enam Kursi DPRD usai Terpilih Pimpin PPP Lebak

Sabtu, 27 Juni 2026 17:33

Haaland Ada di Mana-mana! Reaksi Kaget IShowSpeed di Tribun Norwegia Bikin Terhibur

Sabtu, 27 Juni 2026 17:29

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pushbike

30 Anak Pushbike Berlatih di Graha Pena Radar Banten

by Haidaroh
Sabtu, 27 Juni 2026 20:58

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Areal Halaman Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, jadi sirkuit latihan 30 anak AB Pushbike, Sabtu 27...

Mengenal Hanna Aulia Zein Adzmika, Politisi Muda PPP yang Ajak Gen Z Melek Politik

by Nurandi
Sabtu, 27 Juni 2026 18:11

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lebak, Hanna Aulia Zein Adzmika, mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z,...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak