CILEGON – Sejumlah atribut atau alat peraga kampanye (APK) calon gubernur Banten di Kota Cilegon rusak. Bahkan, sebagian dinyatakan hilang. Padahal, APK baru dipasang sekira sepekan terakhir oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) di masing-masing kecamatan.
APK berbentuk baliho bergambar Rano-Embay di Kelurahan Kepuh, tepatnya di ujung Jalan Lingkar Selatan (JLS) roboh. Hal serupa pun terjadi di Kecamatan Pulomerak, dua spanduk yang dipasang di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di Lingkungan Baru, Kelurahan Lebak Gede, dan Lingkungan Sukajaya, Kelurahan Mekarsari, juga roboh.
Ketua Pokja Pencalonan KPU Cilegon Habibi Aliburtom mengaku, belum mengetahui adanya APK yang ambruk lantaran belum mendapat laporan dari PPK. Kata dia, sejumlah APK yang roboh bakal dipantau langsung oleh PPK dan dilaporkan ke KPU Cilegon. “Setelah itu PPK membuat berita acara hilang atau rusak dan melaporkannya kepada kami, nanti KPU memberitahukannya pada tim pasangan calon,” ungkapnya, Selasa (15/11).
Diungkapkan Habibi, pemberitahuan pada tim pasangan calon lantaran kewenangan perawatan APK yang dipasang merupakan kewenangan tim pasangan calon. Kata dia, KPU hanya bertanggung jawab mencetak dan memasang pada awal saja.
“Jadi, nanti terserah pasangan calon akan memperbaiki atau menganti APK yang rusak atau tidak,” ungkap Habibi saat ditemui di ruangannya.
Meski melepas tanggung jawab perawatan APK kepada tim pasangan calon, Habibi mengaku, bakal memperbaiki APK jika kerusakannya hanya sedikit seperti miring dan ikatan kurang kencang. “Kami juga bakal mengumpulkan PPK untuk mengecek APK mana saja yang hilang, rusak atau copot, ini agar jika ada APK yang kondisinya buruk bisa diperbaiki oleh tim pasangan calon,” ujar salah satu komisioner KPU Cilegon itu.
Sementara itu, Ketua KPU Cilegon Fatullah mengatakan, setelah APK dipasang ia menginstruksikan PPK untuk mengawasi kondisi APK di wilayahnya masing-masing dan segera melapor ke KPU jika ada kejanggalan. Menurutnya, sejumlah APK yang roboh itu lantaran kondisi alam yang belakang sedang tidak menentu.
“Mungkin karena terlalu besar angin yang menerpa jadi APK itu jatuh, yang pasti kami selalu mengedepankan asas keadilan. Jadi, kalau satu APK dipasang kuat, yang satunya juga pasti sama,” katanya.
Kata Fathullah, sejumlah APK yang dipasang di titik strategis cukup berpengaruh untuk meningkatkan patrisipasi pemilih. Menurutnya, hal itu juga bisa menjadi salah satu pegenalan pasangan calon pada Pilkada yang bakal digelar 15 Februari mendatang. (Khairul Alwan/Radar Banten)









