Investor Tiongkok Tertarik Biayai Sport Center

SERANG – Investor asal Tiongkok tertarik dan mengajukan diri menjalin kerja sama dengan Pemprov Banten untuk pembangunan sport center. Permohonan kerja sama tersebut dilayangkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten belum lama ini.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten M Yanuar mengatakan, permohonan kerja sama government to business (G2B) tersebut dilayangkan ke Dispora. Ia mengaku informasi yang diterimanya pemohon kerja sama berasal dari perusahaan negeri Tiongkok. “G2B ini nih sudah ada suratnya dari Cina (Tiongkok-red). Ya, bentuknya permohonan, penjajakan kerja sama pembangunan sport center. Suratnya ke Pak Deden (Kepala Dispora Banten-red), surat ditujukan ke Dispora,” ujarnya, kemarin.

Dalam pengajuannya, kata dia, mereka menawarkan kerja sama G2B. Artinya, pembiayaan dan pembangunan terlebih dahulu dilakukan oleh perusahaan, sedangkan pemerintah membayar beberapa tahun kemudian sesuai kesepakatan. Selanjutnya, Pemprov akan membayarkannya beberapa tahun ke depan sesuai kesepakatan. “Jadi, perusahaan itu memberikan penawaran seperti full financial, tapi isinya kerja sama G2B,” katanya.

“Dia siap bangunkan nanti misalnya sepuluh tahun kemudian dibayarkan, itu masih penjajakan,” tambah Yanuar.

Disinggung peluang apakah pengajuan tersebut akan dikabulkan, Yanuar mengaku bahwa hal tersebut bukan kewenangannya. Ia berdalih jika penentuan kerja sama di pemerintahan ada di Biro Pemerintahan. “Tapi, itu (tindak lanjut pengajuan-red) bukan di DPRKP. Kita hanya membangunnya kalau kerja sama, ada di Biro Pemerintahan,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya memastikan peletakan batu pertama pembangunan sport center pada tahun ini. Kegiatan tersebut akan diawali dengan melakukan lelang pengadaan jasa manajemen konstruksi. “Pasti akan groundbreaking (peletakan batu pertama) tahun ini, dimulai dari lelang manajemen konstruksinya, setelah itu baru lelang fisiknya. Di Februari ini sudah lelang manajemen konstruksi,” terangnya.

“Kita akan bangun stadion sepak bolanya dulu, tahun ini cuma stadion. Untuk tahap awal Rp80 miliar. Itu keseluruhan (pembangunan stadion-red) selama tiga tahun. Kalau sampai beres sampai Rp900 miliar,” tambahnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Deden Apriandhi membenarkan adanya sebuah perusahaan yang mengajukan kerja sama G2B. Namun, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan kelanjutan pengajuan tersebut. “Intinya dia (investor-red) ingin berpartisipasi dalam pembangunan sport center, dengan pola pembangunan dibangun dulu oleh dia nanti dibayar dalam jangka berapa tahun,” terangnya.

“Ini kan baru pengajuan, kita belum lapor ke pimpinan, belum dirapatkan dengan instansi-instansi terkait dengan Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) dan Biro Pemerintahan,” tambahnya.

Selain itu, kata Deden, semua yang berkaitan dengan pengajuan kerja sama tersebut harus dibahas bersama dan terintegrasi dengan semua pihak terkait. Setelah itu baru langkah terakhir harus ada persetujuan dari DPRD. “Masih jauh, tapi namanya penawaran, ya sah-sah saja,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)