Pilkada Kota Serang 2018: Tiga Paslon Independen Sudah Serahkan Formulir Dukungan

0
68

SERANG – Sudah ada tiga bakal pasangan calon (Paslon) yang mendaftar melalui jalur perseorangan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang 2018, yang menyerahkan form B.1-KWK Perseorangan berupa data Silon dan berkas dukungan KTP pada KPU Kota Serang.

Sebelumnya, sudah ada pasangan Agus Irawan Hasbulloh-Syamsul Bahar dan Samsul Hidayat-Rohman, menyerahkan berkas dukungan. Kemudian pasangan Sigit Suwitarto-Wildan Ardi Sasmita, Rabu (29/11) malam datang ke KPU Kota Serang untuk menyerahkan berkas dukungannya.

Bakal calon walikota jalur independen Sigit Suwitarto mengatakan, niat dirinya maju pada pesta demokrasi lima tahunan ini atas dasar keinginannya memberikan yang terbaik bagi Kota Serang.

“Saya memberanikan diri bertemu dan wawancara dengan masyarakat Kota Serang. Responnya positif,” katanya di Kantor KPU Kota Serang, Rabu (29/11) malam.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Banten ini maju pada jalur independen karena menginginkan dukungan dari masyarakat secara nyata. Ia mengaku tidak pernah ikut penjaringan partai politik.

“Murni hati nurani saya ingin melakukan yang terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat butuh figur dan terobosan baru yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat Kota Serang. Sebagai Ibukota Provinsi Banten, ia ingin Kota Serang jauh lebih baik dan maju lagi.

Sigit mengaku masih menjabat sebagai kepala dinas. Ia belum memutuskan untuk mundur, karena masih menunggu ditetapkan sebagai Calon Walikota Serang.

Pasangannya, Wildan Ardi Sasmita siap menjadi pendamping Sigit Suwitarto dengan alasan kesamaan visi dan misi.

“Karena kesamaan itu, saya tertarik untuk mendampingi beliau. Saya dan Pak Sigit ingin Serang jadi lebih berkembang. Saya siap untuk mendampingi Pak Sigit membangun kota Serang,” ujar Dewan Koperasi Pusat ini di KPU Kota Serang, Rabu (29/11) malam.

Kepala Divisi Teknis KPU Kota Serang Fierly Murdlyat Mabrur mengatakan berkas yang masuk akan diverifikasi perhitungan, kemudian verifikasi administrasi dan berikutnya verifikasi faktual.

“Selama proses verifikasi, kami didampingi tim sukses dan Panwaslu. Jadi tidak ada serampangan, yang Memenuhi Syarat (MS) jadi Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Itu tidak ada,” katanya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)