• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

PMK Merebak Menjelang Idul Adha, Omset Penjualan Peternak Pandeglang Merosot

Redaksi by Redaksi
Kamis, 19 Mei 2022 10:10
in Berita Utama, Umum
0
PMK Merebak Menjelang Idul Adha, Omset Penjualan Peternak Pandeglang Merosot

Seekor sapi tengah berada dalam kandang Peternakan Sapi Jawara di Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Rabu (18/5).

0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Omset penjualan sapi di tingkat peternak di Kabupaten Pandeglang mengalami penurunan sangat tajam karena merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyerang hewan ternak.

Salah satunya dialami oleh Peternakan Sapi Jawara di Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang yang omset penjualannya merosot hingga 50 persen.

Pemilik Peternakan Sapi Jawara Andre mengatakan, merebaknya penyakit mulut dan kaki pada hewan membuatnya khawatir.

“PMK merebak, peternak mengalami penurunan penjualan hampir 50 persen. Biasanya menjelang Lebaran Idul Adha stok kita di 300-400 ekor tapi sekarang setengahnya di kisaran 150 ekor,” katanya kemarin.

Stok penjualan mengalami penurunan karena sementara ini belum bisa belanja. Di sejumlah daerah mulai memberlakukan lockdown karena PMK.

“Ya mudah-mudahan PMK cepet berlalu, jadi kita kan bisa jualan hewan buat kurban jadi banyak lagi. Kalau kayak gini kan jadi membuat takut orang kurban,” katanya.

Andre mengungkapkan, merebaknya PMK menyebabkan naiknya harga hewan ternak. Misalnya saja sapi dari yang paling murah biasanya satu ekor itu paling juga Rp15 juta sekarang naik menjadi Rp20 juta.

“PMK mempengaruhi harga karena saat ini kalau kita beli ada tambahan biaya untuk karantina. Jadi ketika beli tidak bisa langsung di bawa tapi harus dikarantina selama 14 hari dan setelah dinyatakan sehat baru bisa diambil,” katanya.

Ketika ditanya apa upaya dilakukan dalam mencegah hewan ternak terkena PMK, Andre mengungkapkan, kalau dirinya rutin membersihkan kandang setiap dan memandikan hewan peliharannya. Biasa seminggu dua kali menjadi setiap hari.

“Kalau kandang itu harus bersih, terus kita semprot anti bakteri, dan memberikan pakan sehat. Jadi menjaga kesehatan sapi nomor satu supaya bebas PMK,” katanya.

Page 1 of 2
12Next
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Selesaikan Pelebaran Jembatan Ciujung, Astra Tol Tangerang-Merak Kembali Berlakukan Contra Flow

Next Post

Jalan Cileles-Gunungkencana Macet di Curahem, Ternyata Ini Penyebabnya

Next Post
Jalan Cileles-Gunungkencana Macet di Curahem, Ternyata Ini Penyebabnya

Jalan Cileles-Gunungkencana Macet di Curahem, Ternyata Ini Penyebabnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

559 KK di Tangsel Terdampak Kekeringan

559 KK di Tangsel Terdampak Kekeringan, BPBD Terus Distribusikan Air

by Syaiful Adha
Kamis, 10 September 2026 20:53
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 559 kepala keluarga (KK) atau 2.446 jiwa di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terdampak kekeringan yang terjadi di...

Penambahan Anggaran

DPRD Kabupaten Serang Kawal Anggaran untuk Kebencanaan

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 10 September 2026 20:45
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Serang berkomitmen akan mengawal anggaran yang diusulkan oleh Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) untuk...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.