Pra PON 2019: Woodball Raih Emas

Ketua Umum (Ketum) KONI Banten Rumiah Kartoredjo (enam dari kiri) mendampingi tim woodball Banten pada pembukaan Pra PON 2019, Sabtu (6/7). FOTO: ARIS FOR RADAR BANTEN

TANGERANG – Cabang olahraga (cabor) woodball meraih satu medali emas, empat medali perak, dan tiga medali perunggu pada babak kualifikasi PON atau Pra PON 2019. Pra PON itu digelar di Lapangan Puspitek, Serpong, Kota Tangsel.

Pada Pra PON yang digelar 4-8 Juli 2019, satu medali emas dipersembahkan oleh Men’s Team Fairway Banten yang terdiri dari Ahmad Faqih, Wisnu Wicaksono, Alviano Surya, dan M Khadiq. Sementara juara dunia woodball Ahris Sumariyanto menyumbang tiga medali perak yang diraih dari Men’s Single Fairway, Men’s Single Stroke, dan Men’s Team Stroke bersama dengan Ahmad Faqih, Wisnu Wicaksono, Alviano Surya, M Khadiq, dan A Rachman.

Sedang satu medali perak lainnya dipersembahkan Women’s Team Fairway yang terdiri dari Parmya Yarma, Susanti Dwi Umi, Saily Agustina, dan Elva Selfiana. Sedang tiga medali perunggu disumbang oleh Women’s Double Fairway, Women’s Team Stroke, dan Women’s Single Fairway.

Menanggapi hasil itu, pelatih woodball Banten Eri Rinanto menyatakan, cukup puas meski atlet Banten khususnya Ahris tidak bisa memenuhi target tiga medali emas. Namun, hal tersebut bukan tanpa sebab. Di pertandingan hari pertama dan kedua Pra PON, 4-5 Juli, pemain Banten mengalami gangguan dari salah seorang pengurus IWbA (Indonesia Woodball Association) Jawa Tengah yang kerap mengintimidasi pemain Banten saat bertanding.

“Akibatnya, pemain Banten terpancing emosi dan konsentrasi bermainnya buyar, bahkan Ahris sempat terlibat cekcok dengan pengurus tersebut. Ini membuat penampilan atlet Banten di dua hari tersebut anjlok. Untungnya, oknum pengurus tersebut di hari ketiga hingga penutupan sudah diusir dari arena,” ungkap Eri.

Baru di hari ketiga, Ahris berusaha mengejar ketinggalan delapan poin dari atlet Jawa Tengah. Dengan selisih delapan poin, ungkap Eri, jelas itu menjadi kendala tersendiri buat Ahris meraih gelar juara. “Tapi kalau di hari pertama dan kedua tak ada kendala nonteknis, saya yakin Ahris bisa memenuhi target. Tapi, kami tetap bersyukur karena bisa lolos ke PON, kami akan bersiap lebih baik untuk bisa mencapai target medali emas,” yakin Eri yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov IWbA Banten.

Keyakinan senada juga dikemukakan Ahris, yang melihat secara umum dan rekor pertemuan Banten masih unggul di banding atlet Jawa Tengah. Dikatakan Ahris, dari tujuh kali pertemuan, Banten hanya kalah dua kali.

“Saya tetap yakin woodball Banten bisa menyumbang medali emas di Pra PON nanti. Selain ada potensi lain yang dicatat atlet putri dan tim putri, di mana penampilan mereka meningkat dan bisa menyumbang medali perak dan perunggu,” ujar Ahris, kemarin sore.

Ketua Umum KONI Banten Hj Rumiah Kartoredjo menyatakan rasa gembiranya dengan prestasi atlet woodball Banten di Pra PON. Dengan hasil itu, KONI Banten sudah mendapat gambaran alternatif pengganti raihan empat medali emas yang hilang dari cabor drumband dan berkuda.

Alhamdulillah, meski masih diawang-awang, setidaknya kita punya gambaran positif untuk cabor yang menjadi ladang emas kita di Pra PON. Mudah-mudahan prestasi ini bisa ditingkatkan di PON nanti. Amin,” ucapnya. (apw/nda/ira)