CILEGON – Untuk menjawab kebutuhan masyarakat lokal dengan perusahaan yang berada di Kota Cilegon, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi menekankan agar pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cilegon serta SMK di Cilegon dapat menyesuaikan kemampuan dan jurusannya dengan kebutuhan industri, yang dalam hal ini merupakan bagian tugas dari Disnaker dan Dindik Cilegon .
“Ini terobosan untuk mengentaskan kemiskinan, pelatihan harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri di Kota Cilegon saat ini. Ini langkahnya dengan pelatihan untuk menaikan skill (keahlian) warga,” ujar Iman, seusai membuka acara BLK Disnaker Cilegon yang dikuti oleh sebanyak 108 peserta, Selasa (3/5).
Iman berharap, di Kota Cilegon ada SMK dengan Kurikulum Nasional yang membuka jurusan sesuai kebutuhan industri di Cilegon. Tetapi itu pun harus mendapatkan komitmen dari pihak perusahaan yang siap melakukan rekrutmen di SMK lokal.
“Industri kan umum sifat kebutuhannya, dilihat saja industri Cilegon bergerak dimana, logam, chemical (kimia), baja, gula. Dan melihat investasi yang masuk, yang demikian memang memerlukan banyak diskusi” katanya.
Iman juga mengakui, SMK di Kota Cilegon saat ini sudah memiliki kualitas yang unggul dan bersaing dengan SMK luar daerah.
“SMK 1 kita itu sudah hebat, sudah bisa merakit laptop. Selain itu, SMK Tata Boga tidak kalah kue-kuenya dengan ada yang di toko. Sebentar lagi KIEC mau bangun seperti pengembangan hotel, jangan jauh-jauh untuk (juru masak) hotelnya harus ambil dari SMK Tata Boga kita,” katanya. (Riko)











