MERAK – Cuaca buruk masih melanda perairan Selat Sunda. Angin
kencang dan gelombang tinggi masih terjadi hingga saat ini. Dengan kondisi
demikian untuk perjalan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak
membutuhkan waktu empat sehingga kondisi Pelabuhan Merak PT ASDP Indonesia
Ferry Cabang Utama Merak terjadi kepadatan truk ekspedisi di lima dermaga pelabuhan,
Senin (20/1/14).
Penumpang
dari Bakuheni yang baru saja turun di dermaga satu
Pelabuhan Merak, Sahmari mengatakan kepada radarbanten.com, dirinya berangkat
dari Bakauheni pada pukul 06.00 wib dan baru tiba di Merak pukul 10.00 wib. “Kalau
ketika kapal berangkat kondisi cuaca tidak terlalu terasa di dalam kapal, akan
tetapi ketika sudah sekitar Pulau Sangiang cuaca buruk baru terasa di kapal. Goncanganya
cukup terasa,” ujarnya.
Hal senada juga dikatakan kru kapal KMP Mustika Kencana,
Mukti. Menurutnya, saat ini cuaca di Selat Sunda tidak menentu, kadang normal,
dan kadang-kadang buruk. “Beberapa hari ini angin kencang dan gelombang
tinggi sudah tidak terjadi lagi, akan tetapi arus atau alun di tengah laut
sangat
deras dan kencang, makanya kapal ferry tidak bisa memacu kecepatannya,”
terangnya.
Sementara itu, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak
Mario S Utomo saat di hubungi via selular mengatakan, saat ini pihak ASDP hanya
mengoperasikan 24 kapal ferry. Arus di tengah cukup deras mengakibatkan
keterlambatan kedatangan kapal ferry.
“Saat ini kondisi pelabuhan memang terjadi sedikit
kepadatan akan tetapi tidak sampai ke kantong parkir,” terang Mario.
(Sefrinal Putra)







