MERAK – Kapal kargo berbendera Kamboja MV Qi Hang, yang diduga bertabrakan dengan Kapal Motor Penumpang (KMP) Marisa Nusantara masih belum berhasil diamankan oleh petugas. Informasi yang berhasil dihimpun radarbanten.com, MV Qi Hang tengah berada di perairan antara antara Tanjung Ubang, Sumatera dan Singkawang, Kalimatan.
Kepala Otortitas Pelayanan dan Pelabuhan (OPP) Merak Endi Suprasetio saat dikonfirmasi melalui pesan singkatmengatakan saat ini Kapal Qi Hang belum dapat diamankan karena kapal tersebut kerap mengelabui petugas dengan mematikan Automatic Identification System (AIS). “Perkembangan terakhir, pagi tadi kapal melewati Singkawang, selain kapal KPLP, informasinya kapal Lanal Armada Barat juga mengejar kapal Qi Hang,” katanya.
Seperti diketahui sebelumnya, KSOP telah berkoordinasi dengan KPLP Kemenhub langsung menurunkan lima Kapal patroli. Bukan itu saja, Angkatan Laut juga menurunkan empat Kapal perang menyisir pergerakan Kapal Qi Hang.
Komandan Lanal Banten, Kolonel Laut (P) Judijanto saat dikonfirmasi terkait insiden kecelakaan tubrukan yang terjadi menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Markas Besar AL di Jakarta untuk membantu pengejaran kapal Kamboja tersebut yang kabur.
“Kami sudah sampaikan keadaan yang terjadi setelah ada insiden, dan dari Armabar langsung mengambil tindakan untuk menurunkan empat Kapal menangkap kapal Qi Hang,” ungkapnya.
Danlanal berharap kapal Qi Hang tersebut dapat segera diamankan melihat kondisi laut yang luas. Pihaknya terus melakukan pengejaran sebelum kapal tersebut keluar dari perbatasan Indonesia.
“Dari AL sendiri langsung lakukan pengejaran. Informasi terakhir Kapal ada di sebelah utara dari Bangka Belitung. Di bawah kendali Armabar, ada tiga atau empat kapal lakukan pengejaran di sana. Semoga kapal dapat ditangkap sebelum lewat batas teritorial Indonesia,” harapnya. (Sefrinal)***








