CILEGON – Minimnya pelamar CPNS Pemkot Cilegon pada sejumlah rumpun formasi yang dibuka tahun ini, membuat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pasrah. Pasalnya, minimnya pelamar itu akan berdampak pada semakin kecilnya peluang SKPD untuk mendapatkan tambahan personel. Terlebih proses kelulusan seleksi CPNS kali ini mengacu kepada nilai ambang batas atau passing grade.
Sedangkan 17 rumpun formasi untuk 82 kursi yang disediakan itu sesuai dengan permohonan kebutuhan SKPD yang merasa mengalami kekurangan personel selama ini.
Salah satu formasi yang sepi peminat adalah formasi teknik tata bangunan dan perumahan pertama untuk posisi sebagai seksi pencegahan kebakaran di Kantor Pemadam Kebakaran. Formasi yang terbuka bagi pelamar sarjana (S1) teknik sipil itu, hingga hari Minggu (12/10/2014) ini baru diminati oleh tiga pelamar yang mendaftar secara online.
“Mudah mudahan saja dapat terisi, tapi kalaupun ketiganya gugur, kami minta ke BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) agar dapat memikirkan kekurangan personel yang kami alami. Misalnya mengisi kekurangan itu dari Dinas Tata Kota,” ujar Purwadi, Kepala Kantor Damkar Cilegon.
Sementara itu, data yang dihimpun dari Sekretariat Panitia Seleksi CPNS di kantor BKD Cilegon, saat ini tercatat sudah sebanyak 3.408 pelamar yang telah mendaftar online. Dari jumlah itu, selain untuk fomasi teknik tata bagunan dan perumahan pertama, sejumlah formasi lainnya juga sepi peminat. Formasi-formasi tersebut adalah formasi pembina mental untuk sub bagian bina keagamaan di Bagian Kesra Setda Cilegon, dan formasi analis taman untuk Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Masing-masing formasi itu baru dilamar oleh 4 orang.
Hingga saat ini, 5 formasi jabatan perencana pertama untuk sarjana (S1) semua jurusan masih menjadi jabatan favorit dengan jumlah 1.579 pelamar yang telah mendaftar online. (Devi Krisna)







