SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polisi memastikan, jasad perempuan yang ditemukan dalam kondisi tergantung di kebun rambutan di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, beberapa waktu yang lalu merupakan korban pembunuhan.
Anggota Satreskrim Polresta Serang Kota bersama Reskrim Polsek Cipocok Jaya telah menangkap pelakunya.
Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, melalui Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, mengatakan bahwa pelaku pembunuhan tersebut seorang pria berinisial AS (47). Pelaku merupakan warga Lingkungan Babakan, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
“Terduga pelaku kami amankan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, tepatnya di sebuah kontrakan milik saudaranya, di Jalan Garuda Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan pada Jumat (22 Mei 2026-red) pukul 01.15 WIB,” katanya.
Penangkapan terhadap pelaku merupakan hasil penyelidikan atas laporan polisi nomor LP/B/298/V/2026/SPKT/POLRESTA SERANG KOTA/POLDA BANTEN, tertanggal 19 Mei 2026.
Penyelidikan tersebut dilakukan setelah petugas berhasil mengidentifikasi korban yang sebelumnya tewas dengan kondisi tergantung di pohon melinjo.
Dari hasil identifikasi korban merupakan seorang perempuan bernama Babay (41), janda asal Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
“Korban berinisial BY (Babay-red) warga Cipocok Jaya,” kata Alfano.
Alfano menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi terhadap jasad korban, didapati sejumlah luka yang diduga kuat merupakan bekas kekerasan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP serta hasil autopsi, korban diduga meninggal dunia secara tidak wajar akibat adanya sejumlah luka pada tubuh korban,” tegas Alfano.
Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Serang Kota, Iptu Angga Kusuma W menambahkan, hingga kini penyidik masih melakukan pendalaman terkait motif maupun rangkaian peristiwa dugaan pembunuhan tersebut.
“Saat ini penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut,” tuturnya.
Editor: Agus Priwandono








