SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) meninjau kawasan Pantai Utara Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Peninjauan dilakukan BOPPJ usai membahas perlindungan pesisir Pantura Jawa dan pengembangan kawasan industri bersama Wali Kota Serang di Jakarta.
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Kepala II BOPPJ, Suhajar Diantoro bersama jajaran deputi dan tenaga ahli BOPPJ, Jumat, 22 Mei 2026.
Suhajar mengatakan, kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Pemerintah Kota Serang dengan BOPPJ terkait rencana perlindungan pesisir Pantura Jawa sekaligus pengembangan kawasan ekonomi baru di Kota Serang.
“Alhamdulillah beberapa waktu lalu Pak Wali Kota berkunjung ke BOPPJ. Sebelumnya juga ada rapat koordinasi yang dipimpin Pak AHY selaku Menko Infrastruktur untuk membahas perencanaan tanggul laut di Pantura Jawa,” ujar Suhajar.
Menurut dia, rapat tersebut melibatkan berbagai kementerian, lembaga, gubernur, bupati, dan wali kota guna membahas ancaman penurunan muka tanah serta kenaikan permukaan air laut di kawasan Pantura Jawa.
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah Pantura seperti Sayung dan Demak saat ini mengalami penurunan muka tanah cukup signifikan sehingga rawan terdampak banjir rob.
“Permukaan tanah terus menurun, ditambah permukaan laut yang perlahan naik setiap tahun,” katanya.
Suhajar mengatakan, pemerintah pusat menjadikan perlindungan Pantura Jawa sebagai program strategis nasional karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyebut kawasan industri di sepanjang Pantura Jawa menyumbang hampir 28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
“Seluruh kawasan industri di Pantura Jawa menyumbang lebih dari Rp7.000 triliun terhadap PDB nasional,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah pusat menyiapkan program perlindungan Pantura Jawa mulai dari Serang hingga Gresik untuk menjaga kawasan industri dan pemukiman masyarakat dari ancaman abrasi maupun rob.
Dalam kunjungan tersebut, BOPPJ juga meninjau wilayah pesisir utara Kecamatan Kasemen yang masuk rencana pengembangan kawasan industri baru di Kota Serang.
“Nah, wilayah pantai utara Kota Serang ada di Kecamatan Kasemen. Dalam tata ruang daerah, kawasan ini memang direncanakan menjadi kawasan industri dan sekarang mulai berjalan,” jelas Suhajar.
Ia mengatakan, pemerintah pusat masih menyusun desain perlindungan pesisir sesuai karakteristik masing-masing daerah.
Wilayah dengan abrasi berat akan difokuskan pada pembangunan tanggul laut, sedangkan kawasan yang masih memiliki mangrove baik akan mempertahankan vegetasi pantai.
“Mangrove yang masih bagus tentu dipertahankan untuk membantu menahan abrasi,” katanya.
Selain perlindungan pesisir, pemerintah pusat juga membuka peluang dukungan terhadap pengembangan kawasan ekonomi dan investasi di Kota Serang.
Menurut Suhajar, pemerintah siap membantu melalui regulasi maupun kemudahan perizinan agar pengembangan kawasan industri di Kasemen berjalan optimal.
“Pak Wali Kota sudah mulai menggerakkan sektor swasta untuk mengembangkan kawasan ini. Pemerintah akan mendukung melalui regulasi dan kemudahan sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya.
Bahkan, pemerintah pusat membuka peluang pembentukan kawasan khusus di wilayah tersebut, termasuk kemungkinan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Kalau nanti memungkinkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus atau bentuk lainnya, kami siap membantu pembahasannya bersama Kementerian Perindustrian, Kemenko Ekonomi, hingga BKPM,” tutur Suhajar.
Editor: Agus Priwandono










