RANGKASBITUNG – Perjuangan Multatuli dalam menegakan keadilan sejak 150 tahun lalu sampai sekarang, telah menjadi sejarah yang tak pernah usang di makan waktu di wilayah Kabupaten Lebak. Berpijak pada catatan sejarah itu lah, Pemkab Lebak dengan dukungan dari Kerajaan Belanda merencanakan pembangunan Museum Multatuli, yang merupakan tempat bersejarah bekas rumah tokoh Kerajaan Belanda.
Rencana tersebut diungkapkan perwakilan Pemerintah Belanda saat ekspos pembangunan Museum Multatuli di ruang kerja Bupati Lebak, Rabu (06/11/2014) petang.
Keinginan Pemerintahan Belanda yang akan membangun Museum Multatuli di rumah Multatuli mendapat sambutan baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak. Hal ini mengingat Kabupaten Lebak kental dengan sejarah keberadaan Douwes Dekker di Kabupaten Lebak.
Dalam pertemuan itu disampaikan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak meminta pembangunan museum tidak di lokasi rumah Douwes Dekker lantaran lokasinya berada di area rumah sakit, sehingga ditakutkan akan mengganggu aktifitas rumah sakit. Pemda Lebak hanya meminta rumah tersebut direhab, dan membangun museum di tempat lain.
Sementara itu perwakilan Pemerintah Belanda menyambut positif dan akan membangun museum sejarah Multatuli di tempat lain. Pembangunan museum ini tidak lain hanya untuk memberikan pemahaman sejarah kepada masyarakat Lebak, serta mengingatkan kembali perjuangan masyarakat Kabupaten Lebak saat penjajahan Belanda di Kabupaten Lebak. (BRTV)








