SERANG – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Opar Sopari, menilai saat ini masyarakat telah melupakan dan meninggalkan permainan sekaligus olahraga tradisional yang dahulu sering dimainkan oleh masyarakat di Provinsi Banten. Seperti misalnya Gobak Sodor, Hadangan, Enggrang, Tropah panjang dan sejumlah olahraga tradisional lainnya.
Menurut Opar permainan-permainan tersebut bisa disebut juga olahraga karena dalam praktiknya mempraktikan gerakan-gerakan olahraga yang bisa membuat stamina terus meningkat. “Sekarang saya melihat agaknya bukan ditinggalkan lagi, tapi mengenal saja tidak. Dulu setiap sebelum magrib setelah isya, kami -saya dengan teman-teman semasa kecil- selalu memainkan permainan tersebut,” kata Opar kepada radarbanten.co.id saat ditemui di depan eks pendopo Gubernur Banten, Minggu (15/11/2015).
Opar melanjutkan, menurutnya hilangnya permainan sekaligus olahraga tradisional tersebut karena kalah oleh permainan modern baik yang bersifat online maupun offline. Anak-anak merasa lebih menikmati dan menyukai permainan tersebut.
Karena itu, agar untuk menghidupkan kembali olahraga tersebut, Opar mengaku Dispora menghelar lomba olahraga tradisional antar kabupaten/ kota di Provinsi Banten. “Hari ini ada enam yang dilombakan. Beberapanya ada Hadang, Enggrang, Gobak Sodor dan Tropah Panjang. Pesertanya mewakili kabupaten/ kota di Provinsi Banten,” kata Opar.
Opar melanjutkan, selain lomba seperti ini, pihaknya pun terus melakukan sosialisasi terkait permainan-permainan tersebut ke kabupaten/ kota. “Sebetulnya banyak olahraga-olahraga tradisional di Banten. Saya rasa perlu dimunculkan lagi sebagai kearifan lokal Banten,” kata Opar. (Bayu)








