SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aplikasi transportasi online dan ekosistem digital karya anak bangsa, JAM Street, terus memperkuat eksistensinya di Provinsi Banten.
Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan konvoi yang diikuti sekitar 200 pengemudi di Kota Serang sebagai bentuk sosialisasi layanan kepada masyarakat.
Konvoi dimulai dari kantor pusat JAM Street dan melintasi sejumlah titik strategis di Kota Serang, seperti Alun-alun Kota Serang, Stadion Maulana Yusuf, Polda Banten, Cipocok Jaya, sebelum kembali ke lokasi awal. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang memperkenalkan platform digital tersebut kepada masyarakat luas.
Head Operasional JAM Street, Evan William, mengatakan konvoi tersebut merupakan deklarasi bahwa JAM Street telah hadir dan beroperasi di Kota Serang serta sejumlah wilayah di Banten. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
”Kami ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa JAM Street sudah eksis di Kota Serang dan Banten. Konvoi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan kami secara lebih luas,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 3 Juni 2026.
Evan menjelaskan, aplikasi yang telah beroperasi lebih dari tiga bulan itu kini memiliki sekitar 12.000 pengguna aktif. Selain itu, JAM Street didukung sekitar 800 pengemudi roda dua dan lebih dari 80 pengemudi mobil yang siap melayani kebutuhan masyarakat.
Ia menuturkan, JAM Street tidak hanya menyediakan layanan transportasi daring, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan digital dalam satu aplikasi. Mulai dari layanan kuliner, warung digital, jasa kurir, hingga PPOB untuk pembayaran tagihan, pembelian pulsa, dan token listrik.
“Dari sisi pengguna, tarifnya hanya Rp1 untuk jarak sampai empat kilometer. Sementara untuk driver, pendapatan tetap diterima secara penuh,” kata Evan.
Untuk menarik minat pengguna, JAM Street menawarkan promo tarif perjalanan sebesar Rp1 untuk jarak hingga empat kilometer.
Menurut Evan, program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan layanan yang terjangkau tanpa mengurangi pendapatan para mitra pengemudi.
Selain promo tarif murah, perusahaan juga menerapkan potongan komisi sebesar lima persen bagi driver. Skema tersebut dinilai lebih ringan dibandingkan sejumlah platform transportasi online lainnya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
Direktur Operasional JAM Street, Mochtar Karim Wenno, mengatakan platform tersebut hadir dengan semangat membangun ekosistem digital yang saling menguntungkan bagi masyarakat, pengemudi, dan pelaku UMKM. Ia berharap kehadiran JAM Street mampu membuka peluang ekonomi baru di Banten.
”JAM Street lahir dari Banten untuk Indonesia. Kami ingin menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan menciptakan ekosistem digital yang saling menguntungkan,” katanya.
Sementara salah seorang pengemudi JAM Street, Ida Farida, mengaku tertarik bergabung karena potongan komisi yang dinilai lebih kecil dibandingkan platform lain. ”Potongannya hanya 5 persen. Itu sangat berpengaruh terhadap pendapatan kami sebagai driver,” ujarnya.
Menurutnya, JAM Street memberikan peluang yang lebih baik untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mendukung kesejahteraan para pengemudi di daerah.
Editor: Abdul Rozak









