Cecendet, ciplukan, cecenet atau apa pun namanya, tanaman liar bernama Latin Physalis angulata L ini, tumbuh subur di area persawahan. Biasanya menyemak dengan tumbuhan liar lainnya. Ada pula yang hidup di pinggir sungai. Terkadang, kita sering menjumpai cecendet di belakang sekolah dan pondasi rumah. Asalkan punya media atau tempat tanam memadai, tanaman ini sangat mudah hidup dan tumbuh subur. Budidaya tanaman cecendet cukup mudah. Dengan menyemai bibit dari buah cecendet, kita bisa melakukan budidaya tanaman ini. Bahkan tumbuhan yang merupakan kelas dicotyledonnae ini bisa beradaptasi ketika dipindahkan ke tempat lain. Misalnya saja, mencabut pohon beserta akar cecendet di sawah untuk ditanam kembali pada pekarangan rumah. Yang terpenting cukup akan air. Dalam semalan saja, cecendet segar kembali.
Meskipun keberadaannya tidak sebanyak dahulu, cecendet cukup mudah dijumpai. Malah oleh petani dibabat dan dimusnahkan karena dianggap hama. Saya sempat melakukan perjalanan untuk mencari keberadaan cecendet. Ternyata, tanaman asli Amerika Utara ini memang mudah ditemui. Seperti di area persawahan Tambak, Ciruas, dan Cikande. Ditemukan juga cecendet di sepanjang kali Kecamatan Tanara hingga Kronjo. Bahkan, beberapa warga di Desa Sukatani, Kecamatan Cikande punya tumbuhan cecendet sendiri di pekarangan rumahnya. Menurut pengakuan Bu Sari, warga Sukatani, tanaman ini tumbuh dengan sendirinya di halaman rumah. Sayangnya, mereka sering mencabut tanaman cecendet apabila sudah besar.
Di kampung, cecendet sering diambil buahnya oleh anak-anak tatkala matang. Rasanya tidak terlalu manis cenderung asam dan pahit. Namun, anak-anak sering memakannya. Buah cecendet yang matang berwarna kuning, terbungkus dalam kelopak menyerupai kubah masjid terbalik. Tanaman ini akan hidup hingga satu tahun lamanya. Sekitar dua puluh hari akan tumbuh bunga-bunga kecil diketiak batang cecendet. Bunga tersebut akan berubah menjadi buah cecendet.
Siapa sangka, tanaman semak yang masih berkerabat dengan terong-terongan ini punya khasiat luar biasa dalam mengatasi sakit paru-paru. Pada tahun 2006, ibu saya menderita penyakit paru-paru menahun. Beliau sering mengalami sesak napas, batuk berdahak hingga mengeluarkan darah dimulutnya. Paru-paru yang ia derita tak kunjung sembuh. Setelah dirontgen oleh dokter di Rumah Sakit daerah Balaraja, ia terkena infeksi paru-paru sehingga membuatnya sering batuk-batuk.
Lantaran penyakit yang tak kunjung sembuh, ibu saya tak pantang menyerah dalam melawan penyakit yang dideritanya. Salah seorang rekannya merekomendasikan untuk rutin meminum rebusan tanaman cecendet tiga kali sehari –akar, pohon, daun dan buahnya direbus hingga mendidih, kemudian air cecendet tersebut dikonsumsi untuk pengobatan sakit paru-paru–beberapa bulan kemudian, penyakitnya berangsur-angsur membaik. Ibu rutin memeriksa kesehatannya ke Dokter dua minggu sekali. Hal ini untuk memastikan bahwa penyakit ibu saya bisa dipastikan sembuh total. Akhirnya, selama hampir tiga tahun melawan penyakit paru-paru, ibu saya pun pulih kembali. Walaupun pada fase pertama ia masih sering batuk-batuk ringan.
Saya pun heran, mengapa cecendet berkhasiat menyembuhkan penyakit paru-paru? Rupanya, kandungan cecendet memiliki beberapa senyawa aktif yang terkandung di dalamnya antara lain saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin. Terdapat pula bahwa cecendet atau ciplukan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator) (http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id). Senyawa yang terkandung di dalamnya dapat menetralkan racun melalui air seni.
Cecendet, si semak liar ini bisa menjadi cara pengobatan herbal alami. Kandungannya yang tidak memiliki zat berbahaya sangat cocok bila dikonsumsi jangka panjang. Adakalanya, tumbuhan yang disepelekan dapat berkhasiat menyembuhkan penyakit. Dewasa ini, para pakar sedang gencar-gencarnya meneliti tumbuh-tumbuhan liar, tak terkecuali cecendet atau ciplukan. Memanfaatkan cecendet bagi penderita penyakit paru-paru, mengapa tidak dicoba?
M. Anton S, mahasiswa dan seorang wirausahawan. Saat ini sedang menggarap proposal (karya tulis ilmiah berupa penelitian inovasi tentang cecendet) yang akan diajukan ke Balitbang Provinsi Banten.








