CILEGON – Komisi I DPRD Kota Cilegon meminta Pemkot Cilegon untuk segera merelokasi keberadaan ratusan warga di Lingkungan Batu Bolong, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak. Hal itu dilakukan mengingat tingginya ancaman bahaya bagi ratusan warga tersebut dari bencana banjir dan seringnya batu besar yang jatuh dari perbukitan.
“Lokasi itu merupakan daerah berpotensi tinggi terhadap bencana. Posisi permukiman yang dibawah bukit sering tertimpa oleh bebatuan. Belum lagi jika hujan turun, banjir juga menjadi langganan bagi ratusan warga itu,” ujar salah seorang anggota Komisi I Erik, Jumat (15/4/2016).
Erik mengaku, saat ia melakukan reses di Kecamatan Pulomerak beberapa waktu lalu, para warga Lingkungan Batu Bolong juga menyampaikan keluhanya terkait permukimannya dan meminta perhatian agar Pemkot Cilegon memberikan perhatian yang serius. “Kita sudah sampaikan keluhan warga ke Pemkot Cilegon dan kami pun telah meminta agar Pemkot Cilegon memikirkan langkah relokasi secepatnya,” kata anggota dewan dari dapil Pulomerak dan Grogol ini.
Sementara itu, seorang warga Lingkungan Bolong, Sutardi mengakui tempat keberadaannya rawan tertimpa bencana seperti banjir dan tanah longsor. Ia juga merasa tidak nyaman akan seperti itu. “Mau bagaimana lagi pindah ketempat yang lebih layak kita belum mampu,” ujarnya. (Riko)









