SERANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa melantik Pimpinan Wilayah Muslimat NU Provinsi Banten serta Pimpinan Cabang Muslimat NU kabupaten dan kota di Banten,Sabtu (23/4). Pelantikan bertempat di Ponpes Al Mubarok, Kota Serang, itu sekaligus deklarasi anti narkoba.
Acara dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Banten Kombes Pol Heru Pebruanto, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banten Dewi Indriati Rano Karno, Ketua DWP Kota Serang Nurlaila Jaman, Wakil Walikota Serang Sulhi, dan Kepala Dinas Sosial Banten Ino S Rawita.
Khofifah yang juga Menteri Sosial ini mengungkapkan, Indonesia yang darurat narkoba, target dari para pengedar narkoba hingga anak-anak, termasuk santri di pesantren. “Mereka mengenalkannya bukan dengan nama narkoba namun berkedok vitamin dengan alih-alih dapat memperpanjang dzikir,” ungkapnya. Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar menyiapkan laskar anti narkoba supaya masyarakat terhindar dari narkoba.
Mengenai pendidikan pesantren, menurutnya, pesantren tidak hanya mengasuh anak-anak, tapi menempatkan proses pengasuhan dan pendidikan secara terintegrasi dan mengembangkan proses pendidikan yang sering kali disebut taklim, tadris, ta’lib dan ta’dliah (pengasuhan). “Bedanya antara pendidikan di pesantren dan non pesantren berbeda pada proses pengasuhannya. Jadi proses pengasuhan yang terdapat di pesantren berbeda dengan proses pengasuhan pada LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) karena ini merupakan proses perintergrasian pendidikan, pengajaran, supaya manusia berkeadaban. Pengasuhantersebut sangat terintegrasi di dalam pesantren,” jelasnya.
Mengenai anak berkebutuhan khusus, khususnya di Provinsi Banten, menjadi kewenangan Dinas Sosial. (Wirda)









